AMTI Kutuk Keras Aksi Kebiadaban dan Keji Teroris di Surabaya, Minta DPR Segera Sahkan UU Terorisme

Nasional721 Views

Jakarta, transparansiindonesia.com – LSM Aliansi Masyarakat Transparansi Indonesia (AMTI), melalui Ketua Umumnya Tommy Turangan SH, mengutuk keras aksi biadab dan keji yang dilakukan oleh Teroris, dengan melakukan pemboman di tiga Gereja di Surabaya, di tiga lokasi berbeda, pada Minggu pagi (13/5), disaat umat Nasrani akan melakukan Ibadah.

Dan terkait aksi teror tersebut, Turangan meminta agar Undang-undang Terorisme segera disahkan, hal tersebut gunanya untuk semakin mempersempit, dan juga pencegahan serta membasmi aksi terorisme dibumi NKRI, dimana apabila UU Terorisme sudah disahkan akan memberi ruang dan wewenang aparat kepolisian untuk melakukan dan mengambil tindakan tegas, termasuk pencegahan aksi teror sebelum kejadian.

Baca juga:  Dasco Ungkap Dibalik Prabowo Gandeng Gibran Pada Pilpres 2024

“Selama ini aparat kepolisian masih dibatasi dengan belum disahkannya UU Terorisme, aparat hanya boleh bergerak apabila sudah ada kejadian/korban, untuk itu kami minta UU Terorisme tersebut segera disahkan.” tegas Turangan.

Turangan mengatakan agar pihak kepolisian segera menyelidiki dan menangkap para pelaku-pelaku teror di Surabaya, “Saya minta agar mereka para pelaku teror di Gereja di Surabaya agar segera diselidiki dan ditangkap.” kata Ketum AMTI Tommy Turangan.

Hal tersebut disampaikan Turangan karena Kebebasan menjalankan ibadah sesuai dengan agama dan kepercayaan masing-masing individu di jamin oleh Undang-undang.

Baca juga:  Sosialisasi Tentang Kepelabuhan Dan Kepabeanan, CEP Dorong Pertumbuhan Ekonomi Serta Perkuat UMKM

“Mari kita sikapi kejadian ini dengan bijaksana, jangan mudah terprovokasi dengan isu-isu yang menyesatkan, dan atas nama LSM AMTI, Saya menyampaikan turut berbela-sungkawa bagi para korban Bom di tiga Gereja di Surabaya, dan semoga bagi korban yang masih mendapatkan perawatan dirumah sakit, segera mendapat kesembuhan, Mari kita satukan tekad Lawan Terorisme, apapun alasannya dan bentuknya, karena kita Satu, Satu Indonesia. Yang oleh keberagamannya, sangat dikagumi Dunia.” tutup Turangan.

(red/TI)*

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *