DLH Minsel Klarifikasi Terkait Tudingan Sungai Ranoyapo Tercemar oleh Limbah PT SEJ

by -274 views

Minsel, transparansiindonesia.com — Dinas Lingkungan Hidup Kabupaten Minahasa Selatan (DLH Minsel) mengklarifikasi terkait postingan di media sosial (facebook) beberapa hari lalu yang menyatakan bahwa sungai Ranoyapo diduga tercemar oleh limbah dari perusahan tambang Sumber Energi Jaya (SEJ).

Melalui kepala dinas Lingkungan hidup Minsel, Roi Sumangkut ST.MT, mengatakan bahwa terkait tudingan tersebut, pihaknya telah menurunkan tim yang didampingi oleh perwakilan dari masyarakat yang tinggal di muara sungai Ranoyapo, dan juga didampingi oleh Lurah Buyungon, untuk memastikan kebenaran dari berita dan foto tersebut yang sempat meresahkan masyarakat.

“Kita telah menurunkan tim untuk memeriksa dan memgamati keadaan sungai tersebut, dan ternyata postingan di medsos tersebut, tidaklah sesuai dengan dilapangan.” kata Roi Sumangkut.

Baca juga:  Calon Penatua P/KB Dan W/KI Se-wilayah Tompasobaru Dua Ikuti LK3G

Sumangkut pun menambahkan, bahwa PT SEJ, sebelum menyalurkan air tersebut ke sungai, telah melalui berbagai prosedur pengolahan terlebih dahulu.

“Sesuai dengan Permen No 202 tahun 2004, tentang baku mutu air limbah, air yang disalurkan ke sungai oleh pihak SEJ telah sesuai prosedur, dan hal tersebut secara berkala telah dilaporkan melalui hasil pengujian laboratorium yang terakreditasi dalam hal ini WLN” jelas Roi Sumangkut.

Sementara itu Kepala bidang Penataan dan Peningkatan Kapasitas DLH Minsel, Ferry Pangala ST, yang turun langsung bersama tim memgamati sungai Ranoyapo mengatakan bahwa tidak ditemukan adanya merkuri dalam pengolahan emas dari PT SEJ, seperti yang beredar di Media Sosial.

Baca juga:  Bupati CEP Terima Penghargaan UHC Award dari Presiden Joko Widodo

“PT SEJ dalam mengolah emas menggunakan Sianida dalam melarutkan biji emas, dan telah dibuatkan beberapa kolam untuk penampungan limbah lumpur hasil pengolahan, sebelum diaalurkan ke sungai.” jelas Kabid Ferry.

Pihak PT SEJ secara rutin melaporkan hasil dari pengolahan limbah ini, dimana kualitas air secara rutin diuji, dan dari hasil uji kualitas air masih dibawah baku mutu lingkungan, dan semua sudah dibahas dalam Amdal.

(Hengly/TI)*