Partai Golkar Tetap Konsisten Dukung Jokowi pada Pilpres 2019

by -176 views

Jakarta, transparansiindonesia.com – Wacana terkait kemungkinan Partai Golkar menarik diri dari partai koalisi pendukung Presiden Joko Widodo, langsung ditepis partai berlambang pohon beringin tersebut. Partai Golkar menegaskan masih tetap konsisten dukung Jokowi untuk Pilpres 2019.

Ketua DPP Golkar, Ricky Rachmadi Partai Golkar menyatakan bahwa Partai Golkar telah final mendukung Jokowi sesuai keputusan Munas dan Rapimnas yang ada. “Tidak benar Golkar akan tarik diri dari kubu Jokowi, karena keputusan mendukung Jokowi itu sudah diputuskan di tingkat Munas dan Rapimnas Partai Golkar beberapa waktu lalu,” ungkapnya dikutip Detik, Selasa (10/7/2018).

Menurut Ricky, sangatlah mustahil untuk Partai Golkar menarik dukungan terhadap Jokowi. Pasalnya dukungan yang diberikan terhadap Jokowi dilakukan melalui Munas dan Rapimnas. Dan untuk mengubahnya pun butuh keputusan setingkat forum tersebut.

Baca juga:  Raup 69.855 Suara, AJP Kalahkan Petahana

Selain itu ia menyebut Ketum Airlangga Hartarto juga digadang-gadangkan bakal menjadi cawapres Jokowi. Dengan adanya kemungkinan itu Ricky yakin partainya tetap konsisten dukung Jokowi di Pilpres 2019. Ricky menyebutkan pernyataan Yandri tersebut sangat menyesatkan bagi Partai Golkar.

Ricky juga menyampaikan bahwa safari politik Airlangga ke sejumlah pimpinan parpol, merupakan bagian dari komunikasi politik. Hal tersebut baginya sesuatu yang biasa dilakukan oleh setiap pimpinan parpol apalagi menjelang pilpres.

Ia menegaskan hal tersebut sebagai bentuk usaha untuk mencari dukungan bagi Jokowi juga dan bukan upaya menarik dukungan. “Kalaupun ada beberapa komunikasi politik ketua umum Golkar ke beberapa Parpol, jangan dimaknai itu upaya menarik diri dari dukungan terhadap Jokowi. Tapi bisa dimaknai sebagai upaya penguatan dukungan yang lebih luas pada Presiden Jokowi.” tutur Ricky.

Baca juga:  Disambut Ribuan Massa, CEP-Sehan Gelar Kampanye Dialogis di Kabupaten Bolmong

Bantahan Partai Golkar ini sekaligus menepis pernyataan Yandris Susanto dalam sebuah diskusi di Jakarta yang menyebut PAN dan Golkar punya peluang membentuk koalisi. Alasannya jumlah kursi PAN dan Golkar cukup untuk mengusung pasangan capres dan cawapres sesuai dengan ambang batas capres sebesar 20% yang tertuang dalam UU Pemilu No 7/2017.

“ya..tadi (dikatakan tadi) kemungkinan Golkar menarik diri dari Pak Jokowi ya. PAN-Golkar kan juga cukup (untuk berkoalisi),” kata Yandri, pada Selasa 10 Juli 2018.

(red/TI)*