Terkait Pernyataan Rizal Ramli ke Mendag Enggartiasto Lukita, Ini 5 Poin Klarifikasi dari Nasdem

by -182 views
Jakarta, transparansiindonesia.co.id – DPP Nasdem berang dengan pernyataan mantan Menko Maritim Rizal Ramli di beberapa media baik televisi maupun daring yang mengkritik sejumlah kebijakan impor yang dilakukan oleh Menteri Perdagangan sekaligus kader NasDem Enggartiasto Lukita.
Rizal menuding bahwa impor garam, gula, dan beras yang dilakukan oleh Enggar karena ada campur tangan dari Ketua Umum NasDem Surya Paloh. Selain itu, Rizal menilai Jokowi tidak berani menegur Surya Paloh terkait kebijakan impor sehingga terkesan Jokowi tidak tegas dan bisa berakibat elektabilitas Jokowi terus merosot.
Menanggapi pernyataan Rizal tersebut, Ketua DPP NasDem Syahrul Yasin Limpo menegaskan bahwa apa yang disampaikan Rizal merupakan fitnah yang tidak berdasar. Untuk itu, NasDem akan melayangkan somasi kepada Rizal untuk segera mengklarifikasi pernyataannya.
“Terkait dengan pernyataan saudara RR yang tidak benar dan fitnah terhadap Ketua Umun Partai NasDem melalui media televisi kemudian dikutip beberapa media lain. Partai NasDem menyampaikan somasi atau peringatan hukum kepada yang bersangkutan untuk menarik pernyataannya,” kata Syahrul di Kantor DPP Partai NasDem, Gondangdia, Jakarta Pusat, Selasa (11/9).
Syahrul mengatakan somasi itu rencananya akan dilayangkan pada Rabu (12/9) esok. Nasdem memberikan waktu 3×24 jam kepada Rizal untuk menarik pernyataan tersebut.
“Somasi pemberitahuan hukum 3×24 jam harus segera direspon. Kalau tidak kami akan lanjut dengan proses hukum yang sah dan legal, kami akan gugat dan membuat laporan ke Bareskrim,” tegas Syahrul.
Syahrul juga membeberkan ada lima poin klarifikasi dari Nasdem terkait pernyataan Rizal Ramli  Berikut lima poin tersebut:
1. Pernyataan disampaikan oleh RR terhadap Ketua Umum Partai NasDem Surya Paloh adalah fitnah keji, tidak berdasar, dan mengarah pada pembunuhan karakter seseorang. Dalam pernyataan-pernyataan tersebut, saudara RR juga telah merendahkan martabat seorang Presiden Republik Indonesia yakni Bapak Joko Widodo dengan menggambarkan sosok yang mudah ditekan oleh pihak Iain.
2. Ketua Umum Partai NasDem Surya Paloh baik dalam kapasitas sebagai Ketua Partai maupun pribadi, tidak pernah turut campur dengan kebijakan impor yang dilakukan pemerintah, apalagi hingga ikut mengatur ataupun mengambil keuntungan dari situ.
3. Bapak Surya Paloh juga tidak memiliki bisnis terkait impor beras, impor gula, impor garam seperti yang dikesankan dalam pernyataan Sdr. RR bahwa seolah-olah Bapak Surya Paloh “bermain” dalam kebijakan impor tersebut.
4. Partai NasDem selalu memegang komitmen tanpa syarat dalam mendukung Pemerintahan Jokowi-JK. Ketua Umum Surya Paloh tidak pernah memintah jatah menteri, apalagi proyek, kepada Pemerintah. Ketua Umum Surya Paloh juga tidak pernah bermasalah jika menteri yang berasal dari Partai NasDem tidak bagus kinerjanya dan oleh karenanya harus di-reshuffle. Selama terjadinya reshuffle kabinet, sudah beberapa kali menteri dari Partai NasDem diganti dan hal itu tidak menjadi masalah. Partai NasDem selalu menghormati dan menerima keputusan dari Presiden yang memiliki hak prerogatif terkait kabinetnya. Hal ini menandakan bahak baik Presiden Jokowi maupun Ketua Umum Surya Paloh sangat profesional dan menjunjung prinsip merit system dalam kabinet.
5. Terkait dengan kebijakan impor yang dilakukan oleh Pemerintah, Partai NasDem sama sekali tidak memiliki sangkut-paut, baik secara Iangsung maupun tidak Iangsung. Kebijakan impor yang diputuskan Pemerintah memiliki dasar dan alasan yang kuat berdasarkan data dan situasi pasar. Penetapannya dilakukan atas kesepakatan lintas kementerian yang dipimpin Menteri Koordinator Darmin Nasution. Kebijakan impor merupakan bagian dari tugas Pemerintah mengelola kondisi perekonomian bangsa dengan perhitungan yang terukur dan dapat dipertanggungjawabkan. Sebagai Partai pendukung Pemerintah, Partai NasDem memberikan dukungannya terhadap kebijakan-kebijakan ekonomi Pemerintah.
kumparan berusaha menghubungi Rizal Ramli terkait rencana somasi NasDem tersebut. Namun sambungan telepon dan pesan WA belum dijawab.
(red/TI)*
Baca juga:  Ini Pasangan Jokowi yang Bisa Buat Jokowi Menang Telak Dalam Pilpres 2019 Nanti