Minsel, transparansiindonesia.co.id – Sekolah Menengah Atas Negeri 1 Maesaan (SMAN 1 Maesaan) melaksanakan sumatif akhir semester (SAS) bagi para siswa kelas XII (duabelas).
Pelaksanaan sumatif akhir semester SMA Negeri 1 Maesaan dilaksanakan dalam bentuk ujian sekolah berbasis proyek (USBP).
Penerapan USBP disekolah yang dipimpin oleh kepala sekolah Winsy Mahrita Lengkong S.Pd., MM merupakan tahun kedua pelaksanaan, setelah pada tahun pelajaran sebelumnya juga telah diterapkan USBP.
USBP merupakan pola penerapan pendekatan baru dalam pelaksanaan ujian sekolah dengan berbasis proyek.
Langkah nyata dalam dunia pendidikan yang juga merupakan bagian dari upaya untuk menyesuaikan evaluasi dengan kurikulum merdeka yang menekankan pada kompetensi nyata, bukan sekedar pada hafalan.
Selanjutnya muncul pertanyaan yakni, apa yang dimaksud dengan Ujian Berbasis Proyek?.
Ujian berbasis proyek adalah metode penilaian di mana siswa menyelesaikan suatu tugas atau permasalahan nyata dalam bentuk karya, laporan, presentasi, atau produk digital/fisik.
Penilaian tidak hanya melihat hasil akhir, tapi juga proses berpikir, kerja sama, kreativitas, dan kemampuan menyelesaikan masalah.
Untuk USBP di jenjang SMA, proyek bisa berupa riset mini, simulasi bisnis, desain inovasi, atau vlog edukatif.
Mengapa USBP diterapkan dalam pelaksanaan ujian sekolah?, hal tersebut dikarenakan keunggulannya adalah dapat mengukur lebih efektif kompetensi siswa secara menyeluruh.
Dimana siswa dapat berpikir kritis dan kreatif, memiliki kemampuan komunikasi dan kolaborasi, dan penguasaan materi dalam konteks nyata.
Selain itu juga siswa dapat memiliki kemandirian dan tanggung jawab terhadap tugas, dan ini lebih representatif dibanding hanya mengerjakan soal pilihan ganda.
Penerapan ujian sekolah berbasis proyek yang diterapkan oleh SMA Negeri 1 Maesaan mendapat apresiasi dari para orang tua siswa.
Salah satunya orang tua dari siswa Miracle Turangan yang mengatakan bahwa hal tersebut merupakan suatu langkah maju dalam dunia pendidikan, guna membentuk siswa yang mandiri dan memiliki daya pikir kritis dan memiliki inovasi.
Linda Lampus, orang tua dari siswa Miracle Turangan mengatakan bahwa penerapan USBP berdampak pada siswa yang terlihat lebih antusias dan aktif.
Dimana para siswa diajak untuk berpikir dalam pemecahan suatu masalah, bukan sekedar penghafal materi.
Serta pula, peran orang tua lebih terlihat dalam keterlibatan karena banyak proyek dilakukan dengan dukungan dari rumah.
“Ini menjadi terobosan baru dalam kemajuan dunia pendidikan dan berdampak langsung bagi para siswa, karena siswa dapat mengerjakan proyek yang didalamnya dapat membentuk siswa menjadi siswa yang berpikir kritis dan berinovasi, tentunya sebagai orang tua sangat mengapresiasi akan penerapan USBP di SMA Negeri 1 Maesaan,” ujar Linda Lampus. (Hen)*
