Hebat… Kopassus Raih Prestasi Membanggakan dalam Ajang Skydiving Championship 2018

by -183 views

Jakarta, transparansiindonesia.co.id – Tim Persatuan Terjun Payung Angkatan Darat (PTPAD) yang diwakili oleh Tim Kopassus, meraih posisi ketiga diajang International Asiania Indoor Skydiving Championship 2018, dimana perlombaan tersebut diikuti oleh 20 Negara.

“Tim Kopassus berhasil memperoleh posisi ketiga dari dua kategori yang dilombakan yakni FS2 Way dan FS4 Way dalam kejuaraan Asiania Indoor Skydiving Championship 2018, yang diikuti 16 Negara Asia dan 4 Negara tamu dari Eropa”, ujar Danjen Kopassus Letkol CZI Dendem Sumarlin.

Perlombaan skydiving ini digelar di China pada 18 sampai dengan 22 September 2018 lalu. Dia mengatakan prestasi tersebut berhasil diraih, meski terbatasnya waktu latihan yang dimiliki oleh tim Kopassus.

Baca juga:  Beredar Info, Oknum Polisi di duga menganiaya Warga Miskin di Wilkum Polsek Medan Barat

“Perjuangan yang sangat keras dilakukan oleh Tim PTPAD untuk bersaing dan bertanding. Mengingat para peserta negara lainnya yang memiliki skill dan fasilitas latihan yang sangat mumpuni, seperti Qatar, China dan Korea. Persiapan yang dilakukan oleh Tim Kopassus sangat singkat untuk menghadapi kejuaraan, tim hanya diberikan waktu selama dua minggu untuk latihan di di Wind tunnel Pusdiklatpassus. Namun, keterbatasan tidak menjadikan halangan para anggota Tim Kopassus untuk terus melakukan yang terbaik,” katanya.

Selain itu, Deden menjelaskan kategori yang diikuti oleh Tim Kopassus merupakan kategori yang membutuhkan perhitungan matang. Prajurit yang ikut perlombaan juga dituntut memiliki fokus dan konsentrasi tinggi.

Baca juga:  Dilaporkan SBY, Firman Wijaya Dapat Dukungan Antazari Azhar

“Wind tunnel merupakan kategori kejuaraan yang harus membutuhkan perhitungan yang matang, seorang penerjun harus memliki tingkat fokus dan konsentrasi yang tinggi untuk dapat melaksanakan hal tersebut. Salah perhitungan akan membuat kesalahan fatal, latihan yang keras akhirnya dapat membuahkan hasil, hanya prajurit cerdas yang bisa kombinasikan ingatan atau memory dan motorik dalam waktu terbatas,” ucapnya.

“Berkat dukungan moril dan materil yang diberikan oleh para pejabat di Kopassus bahkan Mabes TNI AD juga tak kalah pentingnya. Hingga semuanya membuahkan hasil yang sangat dapat dibanggakan,” pungkas Deden.

(red)*