Terkait Kasus Ini, Mahfud MD Minta Fadli Zon Bertanggung-jawab

Uncategorized52 Dilihat

Jakarta, transparansiindonesia.co.id – Mahfud MD, Mantan ketua Mahkamah Konstitusi (MK), meminta bertanggung-jawab atas kasus yang menimpa Ratna Sarumpaet. Hal tersebut diungkapkan Mahfud MD lewat akun twitternya @mohmahfudmd, Rabu (3/10/2018).

Cuitan Mahfud MD ini, berawal saat ia menanggapi tulisan dari seorang netizen yang bernama @djenggozainal.

“Sabar prof, sebentar lagi akan ada kejutan-kejutan atas drama ini,” tulis akun @djenggozainal.

Membalas cuitan netizen tersebut, Mahfud MD pun masih tetap berharap bahwa polri akan segera mengungkap kasus Ratna Sarumpaet. Tiba-tiba Mahfud menyebut nama Wakil Ketua Partai Gerindra sekaligus Wakil Ketua DPR-RI, Fadli Zon tanpa menandai akun twitter pribadi Fadli.

Ia pun meminta Fadli Zon untuk bertanggung jawab dalam menjelaskan kasus Ratna Sarumpaet pada publik. Hal itu dicuitkan Mahfud MD usai ia membeberkan kejanggalan yang dialami Ratna Sarumpaet pasca diduga dianiaya, hingga wajahnya bonyok.

Pada awalnya Mahfud MD sempat kaget dan memgutuk kejadian Ratna Sarumpaet yang diduga dipukuli oleh orang tak dikenal. Ia menyebut pihak kepolisian harus mencari, menangkap, dan mengadili si pelaku.

“Kita berharap, Polri segera menjelaskan kasus apa ini. Kita juga berharap Fadli Zon bertanggung jawab untuk mengclearkan kasus ini, karena cuitan dialah yang menyiarkan penganiayaan thd Ratna. Dia juga tahu dimana Ratna kin berada. Mumpung hari hak untuk tahu belum lewat seminggu dirayaka”, tulis Mahfud MD.

Baca juga:  Puskesmas Poopo Gelar Lokmin Tribulanan Kedua Tahun 2024

Setelah itu tiba-tiba Mahfud MD menyebut nama Fadli Zon ikut terlbat dalam kasus ini. Pasalnya menurut Mahfud, Fadli Zon bertanggung jawab karena dialah yang pertama kali menyiarkan mengenai penganiayaan yang dialami Ratna Sarumpaet., dan Fadli Zon juga tahu keberadaan Ratna Sarumpaet.

Lebih lanjut, Mahfud memberikan sindiran kepada Fadli  bahwa hari hak untuk tahu belum lewat seminggu untuk dirayakan. Berkali-kali juga Mahfud berkata demikian ketika ditanya oleh netizen.

Mahfud MD juga meminta polisi agar memeriksa dua kemungkinan ini hingga tuntas dan menangkap para pelaku.

 ” Sy tetap pd pendirian; jika @ratnaspaet benar dianiaya sekeji itu, ya,, kita kutuk pelakunya dan polisi harus menangkapnya,

Tapi kalau itu rekayasa mainan politik, ya,, kita kutuk perekayasanya dan polisi hrs memeriksanya,” tulis mahhfud diakun twitternya.

Mahfud enggan menyebut kasus Ratna Sarumpaet ini rekayasa, pasalnya ia hanya mendapatkan informasi dari salah seorang dokter bedah yang ia temui.

“Memang, makanya dokter itu bilang aneh, bukan bilang rekayasa,” tulis mahfud MD.

Baca juga:  Kasus Dugaan Korupsi ADDesa Dipetieskan, Integritas Kejari Kampar Dipertanyakan

Lebih lanjut Mahfud MD tetap bersikukuh ia akan tetap pada pendiriannya, yakni mengutuk pelaku penganiayaan Ratna Sarumpaet, kalau berita tersebut benar.

Namun jika kasus Ratna Sarumpaet ini hanya permainan politik, Mahfud juga menyebut harus mengutuk si pemain tersebut.

“Itu kita kutuk, kalau benar terjadi. Tapi kalau hanya mainan politik, ya,, pemainnya yang kita kutuk.

Saya baru ketemu dokter ahli bedah. Katanya luka di kanan kiri kelopak mata agak aneh krn sama. Kita tunggu saja perkembangannya,” lanjut Mahfud.

Namun beberapa jam kemudian, Mahfud MD justru mengungkap kejanggalan-kejanggalan yang terjadi dalam kasus Ratna Sarumpaet. Kejanggalan tersebut diungkapkan Mahfud MD setelah ia bertemu dengan ahli bedah yang menyebutkan luka di kanan dan kiri kelopak mata Ratna Sarumpaet itu agak aneh karena sama.

Meski begitu Mahfud pun tak bisa bergerak sendiri, ia lantas mwnunggu perkwmbangannya.

“Mudah-mudahan ini tdk benar,kalau penganiayaan terhadap @ratnaspaet ini benar terjadi, sungguh biadab atas nama dan alasan apapun, penganiayaan spt ini sunghuh terkutuk, polisi hrs mencari, menangkap dan mengadili pelakunya, dengan profeaionalitaanya polisi akan bisa menemukan pelakunya,” tulis Mahfud MD.

 

(red)*

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *