Golkar Sindir Prabowo-Sandi yang Ingin Rekrut Guru dari Eropa dan Amerika

by -297 views

Jakarta, transparansiindonesia.co.id – Golkar menyindir niat Prabowo Subianto-Sandiaga Uno merekrut guru dari Eropa dan Amerika bila terpilih. Golkar menyinggung janji ‘tidak impor’ Prabowo.

“Katanya anti-impor? Kok guru saja diimpor dari Eropa? Kurang apa kualitas guru yang dimiliki Indonesia saat ini?” ujar Ketua DPP Partai Golkar Ace Hasan Syadzily kepada wartawan, Rabu (21/11/2018).

Ace mengatakan, untuk meningkatkan kualitas pendidikan di Indonesia, tak perlu mengimpor guru dari negara lain. Menurutnya, cukup guru dari Indonesia dikirim belajar ke luar negeri.

 

“Soal peningkatan kompetensi guru, kan kita dapat menyekolahkan guru-guru kita ke luar negeri. Sudah banyak guru kita yang disekolahkan ke luar negeri untuk meningkatkan kompetensi mereka,” katanya.

Baca juga:  Fredrik J. Pinakunary, SH, SE, Permohonan Grasi PPHKI Membebaskan Penyandang Disabilatas Dari Vonis Pidana Mati

Sementara itu, terkait wacana menaikkan gaji guru hingga jadi Rp 20 juta per bulan, Ace mengatakan, pemerintah saat ini juga tengah berupaya terus meningkatkan kesejahteraan para guru. Namun kenaikan juga harus selaras dengan kemampuan daerah.

“Soal kenaikan gaji guru, saat ini kita sudah semakin ditingkatkan taraf kesejahteraannya. Kita ada sertifikasi guru yang memiliki konsekuensi terhadap pendapatannya. Soal kesejahteraan guru juga terkait dengan kemampuan keuangan pemerintah daerah,” tutur Ace.

Capres dan cawapres nomor urut 02 Prabowo Subianto dan Sandiaga Uno bakal menaikkan gaji guru hingga jadi Rp 20 juta per bulan. Selain itu, pasangan ini akan merekrut guru dari luar.

Baca juga:  Babinsa koramil 427-06/ baradatu bersama aparatur kampung bakti negara melaksanakan penyemprotan disinfestan di kampung bakti negara kec baradatu

Wakil Ketua Badan Pemenangan Nasional Prabowo-Sandi, Mardani Ali Sera, mengatakan mengimpor guru dari luar negeri gunanya untuk meningkatkan kualitas pendidikan. Dia menyebut peluang guru yang akan direkrut di antaranya dari Eropa dan Amerika.

“Kita pengin attract guru-guru dari Finlandia, dari Eropa, dari Amerika, untuk memperbaiki kualitas pendidikan kita disesuaikan dengan kompetensinya,” kata Mardani, Rabu.

(red)*