Sri Mulyani Berikan Kuliah Umum Dihadapan 4.000-an Civitas Akademika Unsrat

by -241 views

Jakarta, transparansiindonesia.co.id – Kamis 17 Januari 2019, Menteri Keuangan Republik Indonesia, Sri Mulyani memberikan kuliah umum di depan 4000an civitas akademika Universitas Sam Ratulangi, Manado, Sulawesi Utara.

Kalau Indonesia secara terus menerus menjaga persatuan dan kesatuan serta terus membangun, maka tepat 100 tahun setelah merdeka, pada tahun 2045 Indonesia akan menjadi negara kelima atau bahkan keempat terbesar di dunia. Saat ini sudah masuk 20 besar dunia. Dengan sebagian besar penduduknya berada pada usia produktif, maka saat ini adalah waktu yang tepat untuk melakukan investasi dan pembangunan pada sumber daya manusia. Kita akan masuk dalam kelompok menengah ke atas dengan pendapat utama dari sektor jasa, oleh karena itu pembangunan sumber daya manusia menjadi kunci.

Baca juga:  Peduli Kasih KKK Ladies, Berbagi Kasih Dengan Anak-anak Panti

Sulawesi Utara dapat menjadi contoh karena merupakan propinsi yang pertumbuhan ekonominya di atas rata-rata pertumbuhan ekonomi nasional.

Demikian juga Pulau Sulawesi yang lebih tinggi pertumbuhannya bila dibandingkan daerah lainnya di Indonesia. Keunikan ini disebabkan karena diversifikasi ekonomi yang luar biasa; ada tambang, pertanian, perdagangan, pariwisata dan lokasinya yang strategis. Sehingga prospek di tahun-tahun depan juga masih sangat bagus. Manado juga termasuk kota urutan ketiga yang paling bahagia di Indonesia.

Sulawesi Utara juga termasuk propinsi yang mahasiswanya banyak menerima beasiswa LPDP.

Pemerintah pusat juga akan berkomitmen untuk membantu pembangunan di seluruh pelosok Sulawesi, baik jalan tol, broadband Palapa Ring, jalan raya dan kawasan ekonomi khusus di Bitung.

Baca juga:  Koramil427-02/kasui Kodim 0427/wk Mejalin Silaturahmi Anjangsana dengan Petani dikampung binaan

APBN sebagai alat kebijakan dapat digunakan untuk mencapai tujuan negara. Bagaikan pisau untuk memasak, dia harus dipelihara agar senantiasa tajam dan dapat digunakan secara efektif dan efisien ketika diperlukan.

APBN harus selalu kita jaga dan pelihara. Tahun 2019 ini kita mengusahakan agar defisit tetap di bawah dua persen dari PDB dan keseimbangan primer yang mendekati nol.

Tahun 2019 masih akan terus menghadapi banyak gelombang besar, namun dengan nahkoda yang memiliki jiwa kepimpinan yang kuat, kita yakin akan dapat berlayar menuju tujuan dengan selamat.

 

(red)*