Airlangga Sebut Indonesia Punya Potensi Besar untuk Ekspor 1,2 Juta Mobil ke Australia

Nasional33 Dilihat

Jakarta, transparansiindonesia.co.id – Menteri Perindustrian Airlangga Hartarto mengatakan, Indonesia punya potensi besar untuk mengekspor 1,2 juta unit mobil ke Australia. Hal itu bisa dilakukan berkat adanya perjanjian Kemitraan Ekonomi Komprehensif atau Indonesia-Australia Comprehensive Economic Partnership Agreement (IA-CEPA) pada pekan lalu.

Optimisme itu disampaikan Ketua Umum Golkar tersebut lantaran industri otomotif di Negeri Kanguru tersebut telah tutup sehingga mereka butuh pasokan dari luar negeri.

“Karena marketnya besar 1,2 juta kendaraan, tapi industri di Australia sudah tutup semua, jadi tidak punya industri otomotif mereka. Sehingga kita bisa isi ini,” jelas Airlangga saat Raker Kementerian Perdagangan di Hotel Shangri La Jakarta pada Rabu (13/3).

Baca juga:  Polda Metro Jaya Masih Lakukan Penyelidikan Terhadap Penemuan Sekarung e-KTP di Duren Sawit

Airlangga menjelaskan, untuk mobil hybrid dan listrik yang akan di eskpor ke Australia, nantinya Indonesia akan mendapatkan preferensi untuk bea masuk nol persen. Namun hal tersebut dengan syarat harus ada kandungan dalam negeri sebanyak 35% di mobil tersebut.

Menurutnya, pemerintah menargetkan ekspor sebanyak 400.000 unit kendaraan LCVE pada 2025. Hal tersebut berarti 20% dari total produksi otomotif itu sendiri.

“Jadi ini tentu bisa tercapai, kita dengan komisi 11 sudah siapkan insetif fiskal bahwa Pajak Penjualan Atas Barang Mewah (PPnBM) electric vehicle kita nol kan, dan bea masuk impornya kita nol kan, terkait program-program produksi dalam negeri, regulasi ini berlaku dua tahun,” sambung Airlangga.

Baca juga:  Kunjungan Ketua TP-PKK Kabupaten Way Kanan Desi Adipati Ke Sekretariat DPC PWRI

Dengan begitu industri bisa menyiapkan produksinya ke depan dan industri yang sudah ada mempersiapkan persyaratan.

 

(red)*

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *