FIFA Percayakan Indonesia Gelar FIFA World Cup U-20, Tahun 2021 Mendatang

by -144 views

Jakarta, transparansiindonesia.co.id – – Sejumlah Pemimpin Negara ASEAN berpose dengan mengangkat jersey biru berlatarkan nomor punggung yang disertai nama masing-masing pemimpin negara, tujuh pemimpin ASEAN mendapatkan jersey dengan nomor punggung 9, sementara dua lainnya mengangkat nomor punggung 10.

Namun nomor punggung yang berbeda terlihat di jersey yang diangkat oleh Presiden Joko Widodo, satu-satunya perbedaan nomor tersebut sempat menjadi tanda-tanya diantara para pemimpin negara ASEAN yang ada di atas panggung.

Salah seorang delegasi FIFA yang hadir dalam pertemuan tersebut menjelaskan bahwa nomor punggung 9 diperuntukkan bagi Kepala pemerintahan, sementara nomor punggung 10 diberikan kepada para kepala negara, khusus untuk Presiden Joko Widodo diberikan nomor punggung 21 dengan makna keberhasilan Indonesia yang telah ditunjuk sebagai tuan rumah penyelenggaraan Piala Dunia U-20 pada tahun 2021 mendatang.

Baca juga:  Pertamina Larang Masyarakat Beli BBM untuk Dijual, Ternyata Di SPBU Ini Masi Bebas Pengisian Jerigen

Moment tersebut merupakan bagian dari acara penandatanganan nota kesepahaman (MoU) antara ASEAN dan FIFA yang dilaksanakan di Impact Exhibition and Convention Centre Bangkok, Thailand pada Sabtu 2 November 2019. MoU tersebut mengenai pengembangan dan peningkatan sepak bola dengan tujuan. Mendorong pembangunan sosial serta gaya hidup sehat dikawasan.

Penanda-tanganan tersebut dilakukan oleh Sekjen ASEAN Dato Lim Jock Hoi dan Presiden FIFA Gianni Infantino dalam rangkaian acara KTT ke-35 ASEAN dan disaksikan oleh para pemimpin negara-negara ASEAN.

Menteri Luar Negeri Retno Marsudi secara singkat menjelaskan bahwa terdapat empat bentuk kerja sama yang akan dilakukan antara ASEAN dengan FIFA.

Baca juga:  1 PDP MENINGGAL DUNIA, 1 POSITIF CORONA. Pemkab Kampar Tetapkan Status Tanggap Darurat Bencana

“Yang pertama adalah promotion of sport integrity, yang kedua adalah sport for development, yang ketiga adalah FIFA football for school programme, dan yang keempat adalah professional capacity building,” ujar Retno Marsudi.

(red/T2)*