Wurangian; Laporkan Bila Ada Kelangkaan Pupuk

SULUT1253 Views

Sulut, transparansiindonesia.co.id – Akhir-akhir ini banyak isu tersiar adanya kelangkaan pupuk, guna memastikan benar tidaknya, Komisi II Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Sulawesi Utara (Sulut) kunjungan kerja lapangan mencari solusi dimana ada daerah yang terjadi kelangkaan pupuk.

Ketua Komisi II, Cindy Wurangian menegaskan jangan sampai ada info kelangkaan pupuk namun tidak tahu di mana.

“Bila memang benar ada wilayah kekurangan pupuk, diharapkan untuk bisa melapor, memperjelas lokasi terjadinya kelangkaan pupuk tersebut. Jangan hanya bilang pupuk langka tapi di mana disana, tapi tidak tau di mana. Makanya kita Komisi II, inisiatif random turun ke kios, namun tidak ada masalah,” kata Wurangian baru-baru ini di Manado.

Baca juga:  Ditresnarkoba Polda Sulut Bersama Polres Boalemo Bongkar Pabrik Miras Palsu “Kasegaran”, Jaringan Ilegal Gorontalo Rugikan Konsumen

Dikatakannya, Komisi II DPRD Sulut telah melakukan kunjungan kerja terkait dengan adanya aspirasi masyarakat sedang terjadinya kelangkaan pupuk bersubsidi.

Ketika turun lapangan personil yang adalah representative rakyat di komisi II DPRD Sulut melakukan random lokasi menyasar ke Kabupaten Minahasa dan Kabupaten Minahasa Selatan.

“Kami turun bersama Dinas Pertanian dan Produsen pupuk, pupuk Indonesia, ke kios dan kami dapati tidak masalah. Barangnya ada, stok pupuk ada, kontinuitasnya juga berjalan lancar. Berdasarkan itu, saya bingung masalahnya ada di mana. Kalau ada laporan dan masyarakat sulit dapatkan pupuk, kami minta info di mana lokasi yang pasti,” ujarnya.

Baca juga:  Figur Tegas Berjiwa Harmonis,Kepemimpinan Presisi AKBP Golfried Pakpahan Mengangkat Wibawa Polres Boltim

Kami komisi II telah mendengar lewat penjelasan dinas terkait, dari segi kuota terjadi jarak yang cukup jauh. Itu antara kebutuhan dengan kuota yang ada.

“Dari dinas terkait bilang harusnya kebutuhan itu ada 75 ribu ton, tapi kuota hanya 21 ribu ton. Memang ada kurang Namun itu berangsur- angsur nanti dinas akan perjuangkan supaya kuotanya bisa lebih banyak. Untuk sekarang yang disalurkan minimal di titik yang kami kunjungi tidak ada masalah,” pungkas politisi Partai Golkar dari daerah pemilihan (dapil) Bitung Minut. (red)*