Warga Minta Pemerintah Transparan Dalam Pengelolaan Dandes 2021

by -183 views

Minsel, transparansiindonesia.co.id — Warga Desa Tumani, Kecamatan Maesaan mempertanyakan terkait pelaksanaan pembangunan fisik atau infrastruktur desa yang akan dikerjakan ditahun anggaran 2021 melalui anggaran dana desa.

Salah satu warga yakni Sweetly Mamahit, mempertanyakan akan program pembangunan didesa Tumani dimana, diduga pelaksanaan pembangunan yang akan dikerjakan, tidak sesuai dengan usulan masyarakat dalam kegiatan penggalian gagasan yang dilaksanakan beberapa waktu lalu.

Kepada awak media transparansiindonesia.co.id, melalui saluran telepon Whatsapp Sweetly Mamahit mengatakan bahwa menurutnya ada pergeseran kegiatan, karena, ia mendapatkan informasi bahwa nantinya yang akan dikerjakan melalui anggaran dana desa, tidak sesuai dengan usulan masyarakat dalam penggalian gagasan yang kemudian dituangkan dalam hasil Musdes.

Baca juga:  Mantapkan Soliditas Partai, PK Golkar Maesaan Gelar Rapat Koordinasi

“Sangat miris, karena usulan dan keinginan masyarakat yang disampaikan dalam kegiatan penggalian gagasan dari tingkat jaga, hingga tingkat desa, item pembangunan ternyata bukan itu yang akan dilaksanakan, jadi pada intinya program pembangunan fisik yang akan dilaksanakan, bukan apa yang menjadi usulan warga sewaktu penggalian gagasan,” ujarnya.

Ia pun meminta agar pemerintah desa dapat transparan dalam program-program pembangunan dan pengelolaan anggaran keuangan desa terlebih anggaran dana desa, karena warga masyarakat akan melakukan pengawasan dalam setiap proses pengerjaan dan pengelolaan anggaran dana desa.

Baca juga:  Don Sumual; "Golkar Tompasobaru Siap Bertarung Menangkan MEP di Pilkada Minsel"

Ia pun mengatakan seharusnya Badan Permusyawaratan Desa, selaku representasi dari warga dapat, mempertahankan apa yang menjadi keinginan warga terkait pembangunan dalam desa, yang mereka sampaikan dalam penggalian gagasan beberapa waktu lalu.

Dikatakannya pula bahwa setahunya program pembangunan infrastruktur desa yang disepakati adalah peningkatan jalan lingkar desa Tumani, namun untuk saat ini ada pergeseran kegiatan pembangunan sehingga peningkatan jalan tak akan dikerjakan, itulah yang ia sesali, karena pembangunan peningkatan jalan lingkar adalah aspirasi warga. (Hengly)*