Pembangunan Drainase Diduga Dikerjakan Asal-asalan, AMTI Soroti Minimnya Pengawasan Dinas PUPR Rohil

by -67 views

Jakarta, transparansiindonesia.co.id – Pembangunan Pengerjaan Drainase yang berada di Jalan Utama Sidomulyo, Kelurahan Bagan Sinembeh Kota, Kecamatan Bagan Sinembah Raya, diduga dikerjakan asal-asalan dimana pengerjaannya terlihat pendek dan tidak sampai ke atas papan mal, sebagaimana pantauan yang dilakukan.

Dan hal itu pun mendapatkan sorotan dari Lembaga Swadaya Masyarakat Aliansi Masyarakat Transparansi Indonesia (LSM-AMTI), dimana melalui ketua umum DPP LSM-AMTI Tommy Turangan SH, sangat menyoroti akan pembangunan drainase tersebut, yang menelan anggaran lebih dari 500 juta rupiah, yang bersumber dari APBD Rokan Hilir tahun 2021.

Disampaikan Ketum DPP LSM AMTI Tommy Turangan, bahwa pihak yang berkompeten dalam hal ini Dinas PUPR Kabupaten Rokan Hilir, untuk jangan bungkam dan terkesan membiarkan pengerjaan proyek drainase tersebut, karena besi cor-an terlihat pendek dan tidak sampai ke atas papan mal.

Baca juga:  Babinsa koramil 427-01/pkr melaksanakan kegiatan himbauan kepada masyarakat di Kampung pakuan baru Kec. Pakuan ratu

“Kami sangat menyoroti akan pembangunan drainase tersebut, itu menelan anggaran APBD yang juga merupakan uang rakyat, jadi pengerjaannya jangan asal-asalan, pihak Dinas PUPR Rokan Hilir untuk jangan membiarkan akan hal tersebut, harus diperhatikan dan bila perlu menegur pihak penyedia jasa yang melaksanakan pengerjaan proyek tersebut,” kata Turangan.

Pekerjaan pembangunan proyek drainase tersebut, dilaksanakan oleh CV. Maju Lestari Engineering, dengan nilai kontrak sebesar Rp.534.832.930.00.

Dikatakan Turangan, bahwa jangan sampai ada kongkalikong antara pihak Dinas PUPR Rokan Hilir dan pihak penyedia jasa, karena terkesan pihak Dinas PUPR seolah Membiarkan pengerjaan drainase tersebut dilakukan secara asal-asalan, dan tentunya ini akan merugikan masyarakat banyak.

“Kalau mereka (DPUPR Rohil -red), bisa diduga ada apa-apanya antara mereka, karena seolah ada pembiaran dalam pengawasan pengerjaan proyek tersebut, ini memakan uang rakyat melalui APBD, anggaran untuk pengerjaan tersebut, ada juga partisipasi dari masyarakat dalam membayar pajak, bukan dari uang pribadi, jadi kami tegaskan agar pihak terkait menegur langsung pihak penyedia jasa atau pengelola pengerjaan pembangunan drainase tersebut.

Baca juga:  Turangan; "Bantuan CEP Jangan di Dramatisir"

Dalam pelaksanaan pengerjaan proyek pembangunan drainase tersebut juga LSM AMTI menyoroti akan timbunan material yang diletakkan oleh pihak perusahaan, dimana telah memakan korban warga masyarakat, yang mengalami kecelakaan, dikarenakan kendaraan yang dikendarai oleh warga (Yogi) warga Dusun Bukit 5 Kepenghuluan Bagan Sinembah Barat Kecamatan Bagan Sinembah Raya.

Dan akibat dari kecelakaan tersebut korban mengalami luka-luka yang cukup serius akibat menabrak tumpukan material jenis pasir di badan jalan pembangunan yang menelan APBD Rohil senilai Rp 534.832.930
(red/TI)*