Orang Tua Murid Diduga Lakukan Penganiayaan Terhadap Murid SD

by -39 views

Minsel, transparansiindonesia.co.id – Dugaan kasus penganiayaan terhadap murid yang dilakukan oleh orang tua murid terjadi di salah satu desa di Kecamatan Motoling Barat, Kabupaten Minahasa Selatan, tepatnya didesa Keroit.

Peristiwa tersebut terjadi pada Senin 11 Oktober 2021, dimana korban seorang murid SD Katolik Keroit Goodwin Piri (9 tahun), dan pelaku dugaan penganiayaan dilakukan oleh orang tua murid YR (Yurni).

Seperti apa yang disampaikan oleh beberapa saksi yang sempat melihat langsung kejadian tersebut bahwa, pelaku melakukan penganiayaan dengan cara menarik dan mendorong korban, serta juga memukul mulut korban, dan sambil menarik tangan korban, pelaku terus mengeluarkan kata-kata kasar kepada korban yang baru berusia 9 tahun.

Peristiwa tersebut terjadi saat korban pulang sekolah dan menuju ke rumah, dimana anak pelaku yang merupakan rekan kelas korban diduga diejek oleh teman-temannya, sehingga anak korban melaporkan ke ibunya, dan kemungkinan pelaku terprovokasi dengan kata-kata anaknya lalu mencari mereka yang diduga mengejek anaknya, lalu mendapati korban berada disalah satu rumah temannya yang tak jauh dari rumah korban.

Baca juga:  Micha Paruntu, Khadim dalam Ibadah Perayaan Natal Remaja GMIM Rayon Minsela

Adapun kronologi kejadian, sebagaimana hasil konfirmasi awak media transparansi Indonesia.co.id dilapangan kepada beberapa saksi bahwa kasus tersebut berawal ketika anak-anak murid SD Katolik Keroit pulang dari sekolah, dan ditengah perjalanan, (masih dekat dengan lokasi sekolah), terjadi perselisihan antara anak pelaku dengan salah satu anak, lalu korban melaporkan kepada ibunya, tak menunggu lama, orang tua dari murid tersebut mencari anak-anak tersebut.

Korban yang pada saat itu, berada di salah satu rumah temannya menjadi pelampiasan amarah dari pelaku, padahal menurut korban ia tidak melakukan apa-apa kepada anak pelaku.

Akibat dari perbuatan pelaku terhadap korban yang menarik-narik dan mendorong korban, serta pula menampar mulut korban, maka korban mengalami memar di kedua tangannya, yakni tangan kiri dan kanan, serta pula akibat dari ucapan-ucapan kasar dari pelaku, sangat berpengaruh pada mental dan karakter dari korban.

Akan halnya peristiwa tersebut, maka pihak orang tua korban yakni ayah korban Reigen, langsung melaporkan kejadian tersebut kepada pihak berwenang dalam hal ini Polsek Motoling.

Baca juga:  Tepat Sasaran,, Dandes Kinamang Fokus Pengerjaan Pavinisasi Jalan Desa

“Kita sudah membuat laporan, dan untuk korban kita akan lakukan visum karena dikedua tangan korban terdapat memar yang kemungkinan dikarenakan tarikan dari pelaku dan juga dorongan dari pelaku,” kata Reigen.

Sementara itu pihak Sekolah dalam hal ini Kepala SD Katolik Keroit Frangky Sengkey Ama.Pd menyampaikan bahwa benar adanya kejadian tersebut, namun itu terjadi diluar lingkungan sekolah, dan masalah tersebut sudah sempat dimediasi oleh pihak sekolah dengan mempertemukan antara pelaku dan orang tua korban.

Pelaku yang diduga melakukan penganiayaan, yakni Yurni, tidak berada dirumahnya ketika disambangi oleh awak media ini.

Akan halnya kejadian tersebut, maka menjadi pertanyaan terkait fungsi pengawasan terhadap para murid ketika pulang dari sekolah, apakah masih menjadi tugas pihak sekolah ataukah orang tua, dikarenakan kejadian tersebut terjadi saat sehabis jam sekolah, dan yang menjadi pelaku dugaan penganiayaan adalah orang tua murid.

(Hengly)*