Minsel, transparansiindonesia.co.id – Akses jalan yang menghubungkan dua kecamatan yakni Kecamatan Maesaan ke Kecamatan Modoinding ataupun sebaliknya, sering tertimbun longsor jika terjadi hujan dengan intensitas tinggi dan disertai angin kencang.
Akses jalan yang sangat vital tersebut, sering menjadi ancaman bagi warga masyarakat, dimusim hujan karena berpotensi terjadinya bencana yang bisa saja memakan korban.
Seperti yang terjadi pada Selasa 1 Maret 2022, akibat curah hujan yang tinggi disertai angin kencang mengakibatkan tertimbunnya akses jalan yang disebut kompleks Konarom tersebut dengan material longsor sehingga para pengguna jalan merasa terganggu dan terlihat antrean kendaraan memadati jalan tersebut.
Antrean kendaraan yang menunggu jalan dibersihkan, juga sangat berbahaya karena bisa saja terjadi longsor susulan dan menimpa warga yang ada dalam kendaraan.
Jalan tersebut juga merupakan akses jalan yang sangat penting bagi masyarakat Kecamatan Modoinding, dalam hal mengangkut berbagai komoditi sayuran ke Ibukota Provinsi Sulawesi Utara Kota Manado, dan kota-kota lainnya di Sulawesi Utara, bahkan ke pelabuhan untuk selanjutnya dibawa ke daerah lain diluar Sulawesi Utara.
Maka dari itu, akibat sering terjadi longsor di akses jalan diantara Desa Tambelang dan Mokobang yang berada di lokasi Konarom tersebut, warga pun berharap akan adanya jalan alternatif sehingga bila terjadi longsor di kompleks Konarom, para pengguna jalan bisa menggunakan jalan alternatif tersebut.
Jalan alternatif yang bisa saja dibangun, bisa melalui poros jalan Mokobang-Lowian Satu, karena jalan tersebut dinilai paling layak sebagai jalan alternatif Kecamatan Modoinding ke Kecamatan Maesaan, juga didukung dari arah desa Lowian Satu telah dilakukan perintisan dan pelebaran jalan.
(Hengly)*
