JAKARTA, TI – Pemberian amnesti dan abolisi untuk Hasto Kristiyanto dan Tom Lembong menuai pro dan kontra dikalangan publik termasuk sejumlah LSM.
Salah satunya dari lembaga swadaya masyarakat aliansi masyarakat transparansi indonesia (LSM-AMTI) yang memberi respon terhadap keputusan presiden Prabowo tersebut.
Ketua umum DPP LSM-AMTI, Tommy Turangan SH mengatakan bahwa dengan pemberian amnesti dan abolisi bagi Hasto dan Tom Lembong, terkesan Prabowo ada dalam desakan para elit parpol.
“Menjadi masukan dan sekaligus kritikan bagi Prabowo yang memberikan pengampunan bagi Hasto dan Tom Lembong dari pada melihat penderitaan rakyat saat ini,” jelas Turangan.
Ditambahkannya, apalagi melihat kebijakan-kebijakan pemerintah saat ini yang banyak menuai kontra dan bahkan kritikan karena tidak sepenuhnya berpihak pada rakyat.
“Saat ini rakyat teriak, harga pangan pada naik, petani mengeluh susah mendapatkan benih dan pupuk, stabilitas bapok tidak terjaga dan ditambah lagi korupsi merajalela namun anehnya mendapatkan pengampunan, seharusnya ini yang menjadi perhatian serius bagi pemerintah,” tegas Tommy Turangan SH.
Menurut Turangan, kritikan terhadap Prabowo atas pemberian amnesti dan abolisi bagi Hasto dan Tom Lembong, serta vonis ringan bagi Harvei Muis, dan begitupun para koruptor lainnya yang divonis ringan, apakah pemerintah dalam hal ini presiden bisa melakukan perampasan aset bagi para koruptor, jangan membuat kebijakan yang semakin membuat rakyat berteriak karena kebijakan yang tak berpihak pada rakyat kecil.
“Kami menagih janji pak Prabowo sewaktu kampanye pilpres yang katanya akan menghukum para koruptor, melakukan perampasan aset terhadap koruptor, dan akan mengejar koruptor hingga ke Antartika sekalipun, kami rakyat kecil sudah lelah dengan kebijakan dan aturan yang dibuat tak berpihak pada kami rakyat kecil, mana janji politik yang dijanjikan itu,” ucap aktivis yang getol menyuarakan aspirasi rakyat tersebut.
“Stabilitas politik itu ada pada rakyat, yang harus dipikirkan adalah penderitaan rakyat bukannya para pelaku elit politik dan hanya dengan gertakan pemimpin partai, pak anda dipilih oleh rakyat yang seharusnya memperhatikan kesejahteraan rakyat kecil,” tambah Turangan dengan tegas. (T2/red)*
