Kepemimpinan Visioner Mahrita Lengkong Dorong SMAN 1 Maesaan Tembus Prestasi Nasional

“Inovasi Pendidikan Berbasis Karakter, SMAN 1 Maesaan Cetak Generasi Kompetitif dan Berbudaya”.

Foto kepala sekolah.
Foto kepala sekolah

TRANSPARANSI INDONESIA.CO.ID, PENDIDIKAN,MINAHASA SELATAN,- Laju Transformasi Pendidikan di SMA Negeri 1 Maesaan, Kabupaten Minahasa Selatan, Sulawesi Utara, memperlihatkan perkembangan yang konsisten dan terukur dalam beberapa tahun terakhir.

Perubahan Signifikan terlihat sejak Kepemimpinan Mahrita Winsi Lengkong, S.Pd., M.M., yang menghadirkan pendekatan Manajerial Progresif serta berorientasi pada peningkatan Kualitas Sumber Daya Peserta Didik.

Kepemimpinan tersebut tidak hanya menata sistem pembelajaran agar lebih adaptif terhadap perkembangan zaman, melainkan juga mendorong lahirnya berbagai capaian prestasi di tingkat provinsi hingga nasional.

Strategi pendidikan diarahkan pada keseimbangan antara kecerdasan akademik, penguatan karakter, serta pelestarian nilai budaya lokal.

Komitmen tinggi terhadap dunia pendidikan tercermin melalui dedikasi personal yang dijalankan setiap hari.

Kepala sekolah menempuh perjalanan pulang-pergi selama kurang lebih tiga jam dari Desa Tenga menuju Desa Tumani. Rutinitas tersebut dijalani secara konsisten sebagai bagian dari tanggung jawab moral dalam membangun lingkungan belajar yang kondusif serta inklusif bagi seluruh peserta didik.

Foto
Foto

Lingkungan sekolah diarahkan menjadi ruang aman sekaligus inspiratif. Pendekatan interpersonal yang humanis diterapkan dalam proses pembinaan siswa.

Tenaga pendidik menilai kehadiran figur pemimpin yang komunikatif memberikan dampak positif terhadap kepercayaan diri serta keberanian siswa dalam mengembangkan potensi.

Selama tiga tahun masa kepemimpinan, peningkatan prestasi akademik menunjukkan tren yang signifikan. Kolaborasi aktif bersama pemerintah serta optimalisasi kurikulum pembelajaran mendalam membuka peluang bagi siswa untuk berkompetisi dalam berbagai ajang bergengsi.

Baca juga:  Disinyalir Korupsi Proyek IJD Sulu Rp29,8 Miliar di Minahasa Selatan Dibongkar AMTI, Kerugian Negara Diduga Capai Rp.4M

Partisipasi dalam Olimpiade Sains Nasional (OSN) menjadi salah satu indikator keberhasilan pembinaan akademik. Selain itu, keterlibatan siswa dalam program Parlemen Remaja tingkat nasional menegaskan kemampuan literasi, kepemimpinan, serta wawasan kebangsaan.

Penguatan identitas budaya turut menjadi prioritas utama. Sekolah secara aktif mengembangkan seni tradisional sebagai bagian dari pendidikan karakter. Penampilan Tari Kawasaran dalam perayaan Hari Merah Putih pada 14 Februari 2026 menjadi representasi kebanggaan daerah di tingkat kabupaten.

Partisipasi dalam peringatan Hari Pendidikan Nasional melalui pengiriman tim kolintang serta kelompok masamper pada ajang regional memperlihatkan konsistensi dalam menjaga warisan budaya.

Beragam kegiatan ekstrakurikuler difasilitasi secara terstruktur guna mengakomodasi minat dan bakat siswa. Pengembangan seni drumband, maengket, tari modern, serta kolintang dipersiapkan untuk menghadapi kompetisi tingkat provinsi. Pendekatan tersebut memberikan ruang ekspresi sekaligus membentuk disiplin dan kerja sama tim.

Sejarah penting tercatat pada tahun 2025 ketika sekolah untuk pertama kalinya mengirimkan tim bola basket putra, putri, serta tim tari dalam ajang Developmental Basketball League (DBL). Keikutsertaan tersebut berbuah penghargaan sebagai Sekolah Favorit DBL 2025, sebuah capaian yang memperkuat posisi sekolah dalam peta kompetisi pelajar.

Dukungan terhadap pengembangan non-akademik juga diperkuat melalui penyediaan fasilitas olahraga yang memadai. Cabang olahraga seperti bola basket, bola voli, karate, pencak silat, serta atletik dibina secara berkelanjutan untuk menghadapi Olimpiade Olahraga Siswa Nasional (O2SN).

Baca juga:  Dialog Persuasif Polisi Berbuah Damai, Perselisihan Tiga Warga Tunawicara Diselesaikan di Polresta Manado

Pada aspek pembentukan karakter, sekolah menghidupkan berbagai organisasi kesiswaan yang inklusif dan aktif. Pramuka, Palang Merah Remaja (PMR), Pusat Informasi dan Konseling Remaja (PIK-R), serta organisasi kerohanian seperti Pelayanan Siswa Kristen (Pelsis), Ikatan Siswa Katolik (ISKA), dan Rohani Islam (Rohis) berperan sebagai wadah pembinaan nilai kepemimpinan, empati sosial, serta integritas.

Inovasi dalam sistem evaluasi pendidikan turut diperkenalkan melalui pelaksanaan Sumatif Akhir Sekolah bagi siswa kelas XII. Selama dua tahun terakhir, metode penilaian berbasis presentasi Karya Tulis Ilmiah (KTI) diterapkan sebagai bentuk penguatan kemampuan berpikir kritis, analitis, serta komunikasi ilmiah. Pendekatan tersebut dinilai relevan dengan kebutuhan pendidikan modern yang menekankan kompetensi, bukan sekadar hafalan.

Transformasi pendidikan yang berlangsung tidak terlepas dari kolaborasi erat bersama berbagai pemangku kepentingan. Sinergi antara pihak sekolah, pemerintah, tenaga pendidik, serta masyarakat menjadi fondasi utama dalam menciptakan ekosistem pendidikan yang berkelanjutan.

Dengan capaian yang terus berkembang, SMA Negeri 1 Maesaan kini tampil sebagai institusi pendidikan yang diperhitungkan di Sulawesi Utara. Kepemimpinan Mahrita Winsi Lengkong menghadirkan bukti konkret bahwa sekolah di wilayah kecamatan mampu melahirkan generasi unggul, kompetitif, serta berakar kuat pada nilai budaya bangsa.

 

(kontributor sulut, Wahyudi barik)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *