“Sugiono 57 tahun dan Samawati Hasan 71 tahun, calon jamaah haji asal sulut kondisi kesehatan mulai membaik setelah ditangani intensi oleh tim kesehatan”.

TRANSPARANSI INDONESIA.CO.ID, HAJI, SULAWESI UTARA,- Perkembangan Menggembirakan Datang Dari Dua Calon Jamaah Haji Asal Sulawesi Utara, Saat Tertahan di Embarkasi Balikpapan Akibat Kebutuhan Penanganan Medis Intensif.
Kondisi kesehatan keduanya dilaporkan mengalami peningkatan signifikan setelah menjalani serangkaian tindakan medis di rumah sakit rujukan.
Kepala Kantor Kementerian Haji dan Umrah Sulawesi Utara, Hi Wahyudin Ukoli, menyampaikan kabar terbaru melalui sambungan teleconference pada Selasa malam, 5 Mei 2026.
Dalam penjelasan tersebut, Wahyudin menegaskan bahwa peluang keberangkatan menuju Tanah Suci masih terbuka lebar bagi kedua jamaah.
Sugiono, pria berusia 57 tahun asal Bolaang Mongondow, sempat mendapatkan indikasi gangguan jantung saat pemeriksaan awal. Tim medis kemudian melakukan prosedur katerisasi guna memastikan kondisi pembuluh darah jantung.
Hasil pemeriksaan menunjukkan kondisi jantung dalam batas normal sehingga tindakan pemasangan ring tidak diperlukan.
Setelah mendapatkan terapi obat serta observasi lanjutan, Sugiono dinyatakan cukup stabil untuk kembali ke Asrama Haji Balikpapan.
Wahyudin mengungkapkan bahwa kondisi terbaru menunjukkan respons positif terhadap pengobatan.
Sugiono telah menjalani makan malam, mengonsumsi tiga jenis obat sesuai anjuran medis, serta menerima suntikan insulin sebagai bagian dari pengendalian kadar gula darah.
Pemantauan intensif tetap dilakukan guna memastikan stabilitas kesehatan sebelum keputusan pemberangkatan diambil. Pendekatan kehati-hatian menjadi prioritas agar perjalanan ibadah dapat dijalani dalam kondisi prima.
Sementara itu, Samawati Hasan, jamaah berusia 71 tahun asal Bolaang Mongondow Utara, juga menunjukkan perkembangan menggembirakan.
Setelah sebelumnya dirawat di ruang Intensive Cardiac Care Unit (ICCU), kondisi kesehatan mengalami perbaikan sehingga memungkinkan pemindahan ke ruang perawatan dengan pengawasan lebih ringan.
Menurut Ukoli, terdapat kemungkinan besar Samawati Hasan dapat kembali ke Asrama Haji Balikpapan pada Rabu, 6 Mei 2026. Harapan kesembuhan terus menguat seiring respons tubuh terhadap perawatan medis.
Peluang keberangkatan kedua jamaah tetap terbuka mengingat jadwal pemberangkatan gelombang kedua masih menyisakan sejumlah kelompok terbang. Tercatat terdapat sekitar sepuluh kloter yang akan diberangkatkan dalam fase berikutnya, memberikan ruang bagi jamaah dengan kondisi kesehatan membaik untuk tetap menunaikan rukun Islam kelima.
Pihak Kementerian Haji dan Umrah Sulawesi Utara terus melakukan koordinasi dengan tim medis, otoritas embarkasi, serta keluarga jamaah guna memastikan seluruh proses berjalan optimal. Pendampingan tidak hanya berfokus pada aspek kesehatan, tetapi juga kesiapan mental dan administratif sebelum keberangkatan.
Situasi tersebut menumbuhkan optimisme bahwa kedua jamaah dapat segera pulih sepenuhnya dan melanjutkan perjalanan spiritual menuju Tanah Suci. Dukungan doa dari masyarakat menjadi penguat bagi proses pemulihan serta kelancaran seluruh tahapan ibadah.
(kontributor sulut, Wahyudi barik)
