Sulut, transparansiindonesia.co.id – Problem kelangkaan BBM khususnya solar bersubsidi kini menjadi masalah yang harus ditindaklanjuti dengan serius oleh pihak terkait.
Hampir di seluruh SPBU, terlihat anteran kendaraan berjubel untuk mendapatkan BBM jenis solar bersubsidi.
Kendaraan yang umumnya adalah kendaraan truck bahkan harus menunggu lama untuk bisa mendapatkan solar, dan itu pun kalau masih tersedia.
Langkanya ketersediaan BBM jenis solar di SPBU, sejauh ini diduga terjadi karena adanya permainan dari para oknum-oknum mafia BBM dan solar.
Antrian panjang kendaraan pengangkut logistik dan kendaraan operasional masyarakat terlihat di sejumlah SPBU di kota Manado bahkan di Sulawesi Utara pada umumnya.
Sulitnya mendapatkan BBM jenis solar bersubsidi menjadi keluhan para sopir-sopir, yang dimana terkadang walaupun sudah mengantri cukup lama tapi tak berhasil mendapatkan BBM jenis solar.
Para sopir bahkan harus rela mengantri cukup lama, berjam-jam bahkan seharian demi untuk mendapatkan solar.
Terjadinya kelangkaan BBM jenis solar bersubsidi di SPBU, selanjutnya mendapatkan perhatian serius dari legislator senayan, Christiany Eugenia Paruntu (CEP).
DR (HC). Christiany Eugenia Paruntu SE., S.Th., MA yang kini duduk di Komisi VI DPR-RI mengatakan bahwa kelangkaan BBM jenis solar bersubsidi harus menjadi perhatian bersama terutama pihak dan instansi terkait.
Politisi partai Golkar tersebut mendesak agar aparat penegak hukum dapat bertindak tegas terhadap oknum-oknum yang diduga mempermainkan BBM atau dengan kata lain merupakan oknum-oknum yang diduga menjadi mafia solar.
“Para mafia solar harus ditindak tegas, karena praktik mafia solar telah menjadi salah satu faktor kerugian masyarakat karena distribusi yang terganggu oleh karena peran mafia solar,” jelas CEP.
Selanjutnya Christiany Eugenia Paruntu mengatakan bahwa kondisi yang terjadi saat ini dimana antrian panjang kendaraan di sejumlah SPBU jangan dibiarkan terus terjadi dan begitu lama.
Karena, pada umumnya para sopir truk dan pelaku usaha bergantung pada BBM jenis solar guna kelancaran distribusi bahan dan barang sehari-hari.
Karena, jika distribusi bahan dan barang tersendat tentunya yang rugi adalah masyarakat.
“Antrean ini tentunya merugikan masyarakat, terlebih para sopir truk yang waktunya habis karena harus mengantre berjam-jam bahkan seharian,” ucap Christiany Eugenia Paruntu.
Maka dari itu ia meminta aparat penegak hukum untuk segera permasalahan tersebut dengan serius, mengambil tindakan tegas terhadap oknum-oknum yang diduga menjadi mafia solar.
Bahkan menurut CEP adanya kemungkinan penimbunan BBM subsidi oleh oknum-oknum tertentu dan hal tersebut harus segera ditelusuri dan di selidiki.
Srikandi cantik tersebut selanjutnya meminta Kapolda Sulawesi Utara bersama jajaran untuk segera merespon keluhan rakyat terkait kelangkaan BBM jenis solar di sejumlah SPBU, menindaklanjuti dan memastikan distribusi BBM subsidi tepat sasaran dan lancar.
CEP kemudian berharap agar pemerintah dan aparat terkait dapat segera mencari solusi agar distribusi dan pasokan solar dapat kembali lancar dan tidak ada lagi antrian panjang kendaraan di SPBU.
“Ini yang sangat penting kita tekankan yakni pengawasan distribusi BBM subsidi agar benar-benar dilaksanakan secara optimal sehingga manfaat BBM subsidi dapat tepat sasaran dan dinikmati oleh masyarakat yang berhak, para pelaku usaha UMKM dan lainnya dapat dengan lancar mendistribusikan bahan dan barang sesuai tepat waktu,” jelas CEP.
Ia pun meminta dan menghimbau masyarakat tetap tenang dan tidak melakukan pembelian secara berlebihan. (Hen)*
