PWI Minsel Sukses Gelar FGD, Forkopimda Minsel Dukung Kebebasan Pers

Minsel4 Views

Minsel, transparansiindonesia.co.id – Persatuan Wartawan Indonesia Kabupaten Minahasa Selatan (PWI Minsel) sukses menggelar kegiatan Focus Group Discussion (FGD).

Kegiatan yang diprakarsai oleh pengurus PWI Minsel tersebut digelar di pendopo Rudis Bupati Minsel pada Selasa 19 Mei 2026 dan dihadiri oleh unsur Forkopimda Minsel, pengurus PWI pusat, Ketua PWI Sulut, dan jajaran pejabat Pemkab Minsel.

Hadir pula, tokoh masyarakat, pemerhati pers dan pengurus dan anggota PWI Minsel.

Focus Group Discussion yang digelar PWI Minsel, menjadi momentum yang baik bagi para awak media untuk mengemukakan pendapat, berdiskusi dan berdialog langsung dengan para pimpinan daerah, guna menyatukan persepsi dalam mendukung setiap program dan arah pembangunan daerah.

Giat FGD oleh PWI Minsel tersebut juga dalam upaya penguatan kapasitas mewujudkan wartawan yang berkualitas dan unggul sesuai dengan tugas dan fungsi wartawan sebagaimana kode etik jurnalistik.

Mengangkat tema ‘Mewujudkan Pers Sehat, Profesional dan Beretika di Kabupaten Minahasa Selatan untuk Pembangunan Daerah yang Berkelanjutan‘, giat FGD tersebut dibuka langsung oleh Bupati Minsel Franky Donny Wongkar SH.

Dalam sambutannya, Bupati Franky Donny Wongkar SH menyatakan dukungannya terhadap kebebasan pers yang sehat dan berimbang.

Bupati FDW juga menyatakan bahwa pemerintah kabupaten Minahasa Selatan tidak anti kritik sepanjang kritik yang dilontarkan masih dalam koridor yang tepat dan demi pembangunan daerah.

Selanjutnya Bupati Minsel yang telah memasuki periode kedua memimpin Minsel tersebut mengatakan bahwa kritikan yang diberitakan oleh pers merupakan hal yang wajar dan pantas.

Dan hal tersebut dikatakan FDW bahwa akan menjadi bahan evaluasi agar nantinya pemerintah bisa melihat kedepan arah pembangunan daerah kabupaten Minahasa Selatan yang berkelanjutan.

Sementara itu Kapolres Minahasa Selatan, AKBP David Candra Babega S.IK. MH mengatakan bagaimana peran kritik dari media.

Baca juga:  Tindak Lanjut RDP Dengan Komisi III DPRD Minsel, Dinsos Dan BPJS Gelar Sosialisasi Di Maesaan

Dijelaskan Kapolres Minsel bahwa pihaknya tidaklah anti kritik, namun perlunya kritik karena merupakan obat mujarab yang dibutuhkan dalam proses hukum, karena kritik merupakan koreksi terhadap lembaga pemerintah dan instansi untuk lebih baik kedepannya.

Akan tetapi, Kapolres David Candra Babega juga menghimbau agar para wartawan dalam menyajikan dan membuat berita haruslah yang akurat dan berimbang.

Hal yang sama juga disampaikan oleh kepala kejaksaan negeri Minahasa Selatan (Kajari Minsel) Albertus R. Santoso SH., MH.

Dimana beliau memberikan dukungan terhadap kebebasan dan profesionalisme pers di Minahasa Selatan.

Menurut Kajari Minsel, pers merupakan adalah mata dan telinga masyarakat, bukan sekedar industri media, maka ia berharap dengan keberadaan pers akan menjadi jembatan strategis antara aparat penegak hukum dan masyarakat dalam mengawal setiap penanganan perkara.

Ketua PN Amurang, Junita Beatrix Ma’i SH., MH sebagai salah satu narasumber yang hadir menyampaikan tentang pentingnya setiap insan pers menjaga marwah profesi pers dan kode etik jurnalistik.

Ia juga mengajak setiap insan pers di Minahasa Selatan untuk dapat memberikan dan menyajikan berita yang akurat dan terpercaya.

“Tanpa pers kami juga bukan apa-apa, maka marilah para insan pers untuk dapat menyajikan berita yang akurat, dan terus menjaga marwah profesi pers dan kode etik jurnalistik,” ajaknya.

Selanjutnya, Ketua PWI Sulawesi Utara Sintya Bojoh menyampaikan bahwa pers memiliki posisi dan peran yang strategis sebagai pilar keempat demokrasi setelah eksekutif, legislatif dan yudikatif.

Maka dari itu sebagai pilar keempat demokrasi, maka pers haruslah siap mengawal setiap kebijakan pemerintah.

“Kita merupakan mitra kerja yang strategis, yang terus memberikan pengawalan terhadap setiap kebijakan pemerintah dan terus bergerak untuk kemajuan pembangunan daerah, maka profesi pers tentunya sangat mulia,” ucap Sintya Bojoh.

Baca juga:  Berlangsung Khidmat, Upacara Peringatan Hari Jadi Minsel ke-23 Di Kecamatan Tompasobaru, Irup Terakhir Bagi Jemmy Loa

Dalam forum tersebut, setelah penyampaian dari forum koordinasi pimpinan daerah, dilanjutkan dengan sesi dialog dan diskusi interaktif.

Sesi dialog dan diskusi interaktif dipandu oleh Douglas Panit S.IP yang merupakan penasehat PWI Minsel dan juga Wakil Ketua PWI Provinsi Sulawesi Utara.

Douglas Panit atau yang akrab disapa Dou mengatakan bahwa melalui kegiatan FGD tersebut tentunya akan tercipta sinergitas yang kuat dan solid antara pemerintah bersama unsur Forkopimda Minsel demi terciptanya ruang publik yang sehat dan bebas dari berita hoaks.

Pria bertubuh kekar tersebut juga mengajak rekan-rekan pers yang ada dalam wadah PWI Minsel untuk selalu cerdas dan inovatif dalam menyajikan dan membuat berita.

Selanjutnya, dalam kesempatan kegiatan tersebut Wakil Direktur 1 Satgas Anti Hoaks PWI Pusat, Mercys Loho menegaskan agar PWI Minsel harus mampu menjadi pilar dan mitra pemerintah dan Forkopimda Minsel.

Ia pun menjelaskan agar PWI sehat, profesional dan beretika untuk tidak mengambil sumber-sumber pemberitaan dari media sosial yang belum tentu kebenarannya untuk kita buat dan jadikan berita.

Dan yang paling penting ditegaskannya yakni setiap awak media PWI Minsel harus menerapkan 5W1H, karena dalam menghasilkan suatu berita harus memegang teguh produk jurnalistik.

Untuk diketahui, panitia kegiatan FGD PWI Minsel diketuai oleh Adolof Mamoto dan beberapa anggota lainnya.

Tamura Watung selaku ketua PWI Minsel menyampaikan terimakasih dan apresiasi kepada semua pihak yang telah turut hadir dan mendukung kegiatan tersebut, yang tujuannya adalah untuk penguatan kapasitas profesi pers di Minahasa Selatan juga sebagai ajang memperkuat sinergitas antara wartawan dengan pimpinan daerah di Minahasa Selatan. (Hen)*

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *