“Karo Ops Polda Sulut Tegaskan Komitmen Jaga Kondusivitas Jelang Kedatangan UAS”.

TRANSPARANSI INDONESIA.CO.ID, BOLMONG RAYA,- Suasana kesiapsiagaan tampak mengemuka di Lingkungan Mapolres Kotamobagu, saat jajaran Kepolisian Daerah Sulawesi Utara menggelar rapat koordinasi pengamanan pelaksanaan Tabligh Akbar yang akan menghadirkan dai nasional Ustadz Abdul Somad di wilayah Bolaang Mongondow Raya.
Rapat strategis tersebut dipimpin langsung oleh Kombes Pol,Ferry Raimond Ukoli selaku Karo Ops bersama Kombes Pol, Sugeng Prayitno, Dir Intelkam.
Pertemuan itu menjadi bagian penting dalam memastikan seluruh rangkaian kegiatan keagamaan berlangsung tertib, aman, serta bebas dari potensi gangguan yang dapat menghambat jalannya acara.
Kegiatan yang diprakarsai pemerintah tersebut diperkirakan akan menyedot perhatian masyarakat dalam jumlah besar. Antusiasme jamaah dari berbagai daerah di Bolaang Mongondow Raya bahkan diprediksi memadati lokasi kegiatan sejak beberapa jam sebelum acara dimulai. Kondisi tersebut membuat aparat keamanan mengambil langkah antisipatif melalui penguatan koordinasi lintas satuan.
Dalam arahannya, Kombes Pol Ferry Raimond Ukoli menegaskan bahwa Polda Sulawesi Utara bersama jajaran Polres telah menyiapkan pola pengamanan terpadu guna mengawal seluruh tahapan kegiatan, mulai dari kedatangan penceramah, pengaturan arus lalu lintas, sterilisasi lokasi, hingga pengamanan jamaah selama pelaksanaan tabligh akbar berlangsung.
Menurutnya, keterlibatan personel gabungan menjadi bentuk keseriusan institusi kepolisian dalam menjaga stabilitas keamanan di tengah tingginya animo masyarakat terhadap kehadiran Ustadz Abdul Somad. Aparat, kata dia, tidak hanya ditempatkan pada titik utama kegiatan, melainkan juga disiagakan di sejumlah jalur strategis dan area penyangga guna menghindari kepadatan maupun potensi gangguan kamtibmas.
“Pengamanan sudah dipersiapkan dengan melibatkan personel gabungan dari Polres dan Polda Sulut,” ujar Kombes Pol Ferry Raimond Ukoli, Rabu (20/5/2026).
Walau belum membeberkan jumlah kekuatan personel yang akan diterjunkan, pihak kepolisian memastikan seluruh rangkaian agenda berada dalam pengawasan ketat aparat keamanan. Langkah tersebut dinilai penting demi menciptakan rasa aman bagi masyarakat yang akan menghadiri kegiatan dakwah berskala besar tersebut.
Kehadiran Ustadz Abdul Somad di Bolmong Raya disebut memiliki daya tarik luar biasa bagi masyarakat. Sosok dai yang dikenal luas melalui ceramah-ceramah bernuansa religius dan persatuan itu dipastikan akan menarik ribuan jamaah dari berbagai kalangan, mulai dari tokoh agama, organisasi masyarakat, hingga warga umum yang ingin mengikuti tausiah secara langsung.
Atas dasar itulah, aparat keamanan berupaya memastikan seluruh peserta dapat mengikuti kegiatan dengan nyaman tanpa rasa khawatir terhadap situasi di lapangan. Kepolisian juga menegaskan posisinya hanya sebagai pihak yang membantu kelancaran acara agar seluruh agenda dapat berjalan sesuai rencana.
“Pihak kepolisian hadir untuk membantu agar kegiatan tabligh akbar berlangsung lancar dan tidak mengalami gangguan,” katanya.
Selain membahas kesiapan teknis pengamanan, rapat koordinasi tersebut turut menyoroti pentingnya menjaga stabilitas sosial di tengah keberagaman masyarakat Sulawesi Utara. Kombes Pol Ferry mengingatkan bahwa wilayah Sulut sejak lama dikenal sebagai daerah yang menjunjung tinggi nilai toleransi dan persaudaraan antarkelompok masyarakat.
Ia menilai perbedaan suku, agama, budaya, serta latar belakang sosial bukan sumber perpecahan, melainkan kekuatan yang selama ini menjadi fondasi keharmonisan masyarakat Sulawesi Utara. Semangat kebersamaan itu, menurutnya, harus terus dijaga terlebih menjelang pelaksanaan kegiatan yang melibatkan massa dalam jumlah besar.
Dalam pernyataannya, Dirinya kembali menegaskan filosofi hidup masyarakat Sulawesi Utara yang selama ini dikenal melalui slogan “Torang Samua Basudara”. Nilai tersebut dianggap menjadi perekat utama dalam menjaga kedamaian daerah di tengah dinamika sosial yang terus berkembang.
“Sulawesi Utara berdiri kokoh dalam kedamaian, dipersatukan budaya, dihiasi semangat toleransi, serta diperkuat falsafah Torang Samua Basudara,” ungkapnya.
Lebih jauh, Kombes Pol Ferry menekankan bahwa menciptakan situasi aman dan kondusif tidak dapat sepenuhnya dibebankan kepada aparat keamanan. Menurutnya, keterlibatan masyarakat menjadi faktor utama dalam menjaga ketertiban umum serta mencegah munculnya provokasi yang dapat mengganggu persatuan.
Karena itu, ia mengajak seluruh elemen masyarakat, mulai dari tokoh agama, tokoh pemuda, organisasi kemasyarakatan, hingga masyarakat umum untuk bersama-sama menjaga suasana damai selama pelaksanaan kegiatan berlangsung. Pendekatan humanis dan kolaboratif, kata dia, menjadi strategi utama kepolisian dalam membangun kepercayaan publik sekaligus menjaga stabilitas keamanan daerah.
“Keamanan dan kerukunan merupakan tanggung jawab bersama. Melalui pendekatan humanis serta sinergi dengan seluruh unsur masyarakat, Polri akan terus berada di garda terdepan menjaga situasi kamtibmas di Sulawesi Utara, khususnya Bolaang Mongondow Raya agar tetap aman dan kondusif,” tegasnya.
Menjelang penutupan rapat, aparat kepolisian juga mengingatkan masyarakat agar tidak mudah terpengaruh oleh pihak-pihak yang mencoba memecah persatuan melalui isu provokatif maupun informasi yang belum tentu benar. Masyarakat diminta tetap menjaga solidaritas serta mengedepankan semangat persaudaraan demi menciptakan suasana yang damai selama kegiatan berlangsung.
Ajakan tersebut sekaligus menjadi penegasan bahwa stabilitas keamanan daerah merupakan modal utama dalam menjaga kehidupan sosial yang harmonis di Sulawesi Utara.
“Dengan semangat Torang Samua Basudara, mari bersama menjaga Bolaang Mongondow Raya dan Sulawesi Utara tetap damai, aman, dan penuh kebersamaan,” pungkasnya.
(kontributor sulut, Wahyudi barik)
