JAKARTA, TI – Lembaga swadaya masyarakat aliansi masyarakat transparansi indonesia (LSM-AMTI) menyoroti kabinet Prabowo-Gibran saat ini yang dinilai sangat kegedean.
Ketua umum DPP LSM-AMTI, Tommy Turangan SH menyebut bahwa kabinet Prabowo-Gibran dikatakan kegedean karena jumlahnya mencapai 112 orang.
“Kabinet Prabowo-Gibran merupakan terbesar di dunia dengan jumlah pejabat mencapai 112 orang,” kata Tommy Turangan.
Jika perbandingan dilakukan berdasarkan total pejabat dalam struktur kabinet, maka kabinet Prabowo-Gibran saat ini merupakan kabinet gendut yang artinya struktur kabinetnya adalah terbesar dalam sejarah Republik Indonesia.
Klaim tersebut beredar melalui sebuah infografik yang mencantumkan Bantenfeeds sebagai sumber.
Dalam infografik itu, Indonesia berada di posisi pertama dengan total 112 pejabat, terdiri dari 48 menteri, 54 wakil menteri, dan 10 pejabat setingkat menteri.
Angka 112 pejabat tersebut juga tercatat dalam data mengenai Kabinet Merah Putih yang merinci komposisi 48 menteri, 54 wakil menteri, dan 10 pejabat setingkat menteri. Klaim serupa turut beredar di media sosial.
Dalam daftar perbandingan infografik, Afrika Selatan berada di posisi kedua dengan 77 pejabat, disusul India dengan 71 pejabat, Pakistan 70–76 pejabat, dan Brasil 37 pejabat. Pemerintah Afrika Selatan sendiri menjelaskan struktur eksekutif negaranya mencakup presiden, wakil presiden, menteri, dan wakil menteri.
Dengan demikian, angka 112 pejabat untuk Indonesia memiliki dasar data. Namun, penyebutan “terbesar di dunia” perlu dipahami sebagai perbandingan berdasarkan jumlah pejabat yang dimasukkan dalam struktur masing-masing negara, bukan berarti Indonesia memiliki 112 kementerian.
Tommy Turangan SH selanjutnya mengatakan bahwa ditengah efisiensi anggaran dana saat ini, struktur kabinet Prabowo-Gibran tidaklah mencerminkan pro rakyat.
Ia pun selanjutnya meminta agar Presiden Prabowo Subianto dapat memperkecil struktur kabinetnya yang saat ini menurut Turangan terlalu banyak menelan anggaran negera.
“Sebaiknya pak presiden memperkecil struktur kabinetnya adalah saat ini, karena dengan kabinet yang terbesar di dunia saat ini tentunya menelan anggaran yang tentu tidak sedikit, menurut hemat saya lebih baik struktur kabinet diperkecil, misalnya wakil menteri dihapus dan anggarannya diperuntukkan untuk program yang bersentuhan langsung dengan rakyat, bukan dinikmati oleh kaum elit saja,” tegas Tommy Turangan SH. (T2)*
