Bebasnya Ekskavator Bekerja di Dalam Kawasan TNTN Di Desa Bagan Limau, Ada Dugaan Pembiaran Oknum Tertentu Untuk Memperkaya Diri

RIAU3134 Views

Pelalawan Riau, Transparansiindonesia.co.id Taman Nasional Tesso Nilo (TNTN) merupakan kawasan pelestarian alam terletak di desa Bagan Limau Kecamatan Ukui Kabupaten Pelalawan baru baru ini menjadi perbincangan hangat di kalangan masyarakat.

Pasalnya, tersiar video berdurasi 10 menit 38 detik seorang lelaki diduga operator alat mengutip uang kepada salah seorang warga alhasil upah garapan lahannya di tepian kawasan TNTN.

Dimana kata lelaki tersebut, berdalih untuk sewa alat berat yang bekerja di dalam kawasan TNTN sebesar 2,jt rupiah.

Kata dia”,itukan urusan mu, kerena itu ladang mu bukan ladang ku. Kalau ngak sini ku kembalikan duit 3 juta setengah.

Warga menilai uang jutaan rupiah untuk pengelolaan ladang ia, menurutnya sangatlah fantastis pasalnya menimbang kondisi ekonomi sekarang sulit.

,”Tiba tiba langsung minta duit kamu, semua orang susah, pikirmu nyari duit 2,jt gampang,”kesal warga.

Kemudian lelaki separoh baya tersebut mengakui, kenapa alasannya minta uang terlalu besar justru ada pihak pihak tertentu yang harus dia bagi.

Ia mengatakan, jadi kayak gini loh buk, Beko dibayar minyak dibayar kalau kita sudah masuk didalam kawasan, berarti sudah banyak yang harus kita bagi-bagi, kalau di bagan limau ini ngak ada di bagi-bagi nya langsung ditangkap Beko itu, ujarnya.

Ditambahnya, Karena banyak lah bagi baginya termasuk Kepala desa dan yang berkompeten di TNTN, lalu Babinkamtibmas. bukan asal dibagi aja, kan orang itu minta bagian juga,”ujar lelaki yang mengutip uang kepada warga yang telah di garap tanahnya mengunakan alat berat ekskavator alias Beko.

Baca juga:  Kadis Nur Illahi Ali Bungkam Saat Dikonfirmasi, Publik Pertanyakan Evaluasi Kapasitas

Mendengar apa yang dikatakan lelaki itu, warga seakan-akan tak percaya apa yang di katakan lelaki tersebut padahal menurutnya, yang bekerja sebagai operator alat berat ia sendiri bahkan pemilik alat punya ia sendiri.

,”Itu kan Beko mu masak orang tu minta bagian,”jelasnya.

Dijelaskan lelaki lagi, orang itu kan tahunya hasil Beko dikawasan itu hasilnya besar. Makanya mahal harga didalam dari pada diluar.

Kalau didalam kawasan orang pak Arahap pak Regar bos ku leadernya, tentu dibagi juga termasuk kepala desa wewenang dia. Juga orang kehutanan TNTN banyak buk bagi baginya, tukas lelaki itu.

Menangapi pasca operasinya alat berat ekskavator leluasa di kawasan TNTN dijadikan kepentingan pribadi dan kelompok, Heru Sutmantoro Kepala Balai TNTN menurutnya, tidak diperbolehkan merujuk pada aturannya.

Kata Heru,” ngak boleh alat berat masuk di kawasan TNTN, tegasnya Kamis (1/2/24).

Ia membandingkan, kecuali untuk tujuan mendukung pengelolaan taman Nasional dan harus mendapatkan persetujuan dari pihak balai taman Nasional.

Heru juga terang terangan mengaku, banyak yang memanfaatkan TNTN untuk kepentingan pribadi dan kelompok.

Baca juga:  Proyek Revitalisasi SDN 037 Karya Indah Diduga Gunakan Material Bekas, LSM-AMTI; Bakal Kita Laporkan Ke APH Di Jakarta

“Saya sampaikan kepada kawan-kawan media bahwa saya terima vidio bahwa menyatakan ada alat berat yang masuk di kawasan kita di taman nasional, di desa Bagan Limau. Di vidio itu menyebutkan bahwa ada alat berat dan oknum bahwa pihak TNTN mendapat bagian.

Pihaknya pun sudah mengklarifikasi
bahwa tidak ada pihak TNTN yang terlibat dalam penarikan uang dan sebagainya.

Heru dalam keterangannya berkomitmen mengatakan bahwa apa yang ada di dalam aturan, dan sebelum ada vidio ini pun sudah melakukan tindakan terhadap alat berat yang masuk di dalam kawasan TNTN, mereka menyatakan mau keluar dari taman Nasional tersebut.

Maka dengan Vidio beredar ini kita akan menulusuri, siapa yang menyudutkan nama pihak TNTN kini mungkin akan melakukan pemeriksaan di motif sebenarnya itu apa.

Heru menuturkan, persoalan terkait berita itu endingnya pungkas Heru , tidak ada petugas TNTN, yang terlibat urusan itu, tutupnya.

Sementara kepala desa Bagan Limau
Syafruddin, pihaknya menyebutkan, dalam vidio kepala desa minta uang itu tidaklah benar. Ia memastikan bahasa bagi bagi itu hanya bahasa kiasan saja.

Terkait alat berat ekskavator melakukan kegiatan di TNTN kemarin alat beratnya sudah ia amankan bahkan berita acaranya sudah okay, tandas Syafruddin

(Tim)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *