Minsel, transparansiindonesia.co.id – Pemerintah saat ini tengah gencar-gencarnya melakukan pembangunan gedung gerai koperasi desa/kelurahan merah putih (KDKMP) di seluruh Indonesia.
Program tersebut merupakan program prioritas pemerintah dalam upaya menggerakkan roda ekonomi dari akar rumput melalui penyediaan sembako murah, simpan pinjam, dan menampung hasil panen lokal (masyarakat desa).
Untuk diketahui, hingga saat ini tercatat sudah ada seribu lebih titik gerai yang telah diresmikan secara nasional.
Namun program prioritas pemerintah yakni koperasi desa/kelurahan merah putih disetiap desa, sepertinya akan terganggu atau terhalang dalam pelaksanaan pembangunan gerai koperasi desa merah putih.
Seperti yang terlihat disalah satu desa Kabupaten Minahasa Selatan, yakni desa Tumani, Kecamatan Maesaan yang pembangunan gerai koperasi desa merah putih terancam mandek.
Hal tersebut dikarenakan progres pembangunan gerai KDMP Tumani ternyata telah dua pekan lebih terhenti pengerjaannya.
Ketua KDMP Tumani ketika diwawancarai oleh awak media ini membenarkan hal tersebut, yang pengerjaan pembangunan gerai KDMP Tumani saat ini terhenti dan sudah dua pekan lebih.
“Sudah sekitar dua pekan lebih pengerjaan pembangunan gerai KDMP Tumani terhenti, alasannya bahan bangunan sudah tidak ada dilokasi,” ujar Ketua KDMP Tumani, Feibe.
Akibat dari ketersediaan bahan bangunan di lokasi pengerjaan sudah habis seperti semen dan bahan lainnya, para pekerja (tukang) bangunan diketahui telah pulang ke kampung halaman mereka.
Dan ternyata pula, gaji para tukang atau pekerja belum dibayarkan sehingga mereka lebih memilih pulang ke kampung halaman.
“Yah dari informasi yang kita peroleh, ternyata gaji para tukang atau pekerja belum dibayarkan, begitupun dengan anggaran makan dan minum diketahui belum dibayarkan,” jelas Ketua KDMP Tumani.
Apabila hal tersebut tak segera diatasi, maka besar kemungkinan pembangunan gerai KDMP Tumani akan mandek.
Padahal, ketika pelaksanaan peletakan batu pertama pembangunan gerai KDMP Tumani, pelaksanaan pengerjaan tersebut ditargetkan rampung pada bulan Juli 2026.
Melihat kondisi dilapangan yang progres pembangunannya belum mencapai 50 persen, masyarakat pun mulai pesimis dengan pelaksanaan pembangunan gerai tersebut.
“Seharusnya sudah rampung disekitar bulan Juli dan diharapkan segera beroperasi secepatnya agar dapat menampung berbagai hasil pertanian dan perkebunan masyarakat lokal, tapi ini kemungkinan pembangunannya akan mandek,” ucap beberapa warga.
Awak media sebenarnya ingin mengkonfirmasi terkait hal ini namun pihak pengelola atau pelaksana kegiatan pembangunan pembangunan gerai entah siapa, karena papan informasi kegiatan pembangunan gerai tak terpampang di lokasi.
Penjabat HukumTua desa Tumani, Fesna Assa juga menjelaskan hal yang sama yakni sudah sekitar dua minggu lebih pelaksanaan pengerjaan pembangunan gerai KDMP Tumani terhenti.
Alasannya pun sama yakni habisnya bahan material dan gaji para pekerja/tukang belum dibayar, begitupun ada usaha rumah makan yang menjadi tempat makan para tukang ternyata belum dibayar lunas.
Warga pun berharap agar pembangunan gerai KDMP Tumani tersebut segera dilanjutkan dan dapat segera digunakan untuk menopang dan meningkatkan roda perekonomian masyarakat desa. (Hen)*
