JAKARTA, TI – Komisi VI DPR-RI melakukan kunjungan kerja spesifik ke Kota Bogor, Jawa Barat, pada Jumat – Minggu, 2-4 Oktober 2026.
Kunker Spesifik Komisi VI DPR-RI tersebut, juga diikuti oleh DR (HC). Christiany Eugenia Paruntu SE., S.Th., MA selaku anggota Komisi VI DPR-RI dari fraksi partai Golkar, daerah pemilihan Sulawesi Utara.
Berada di Kota Bogor selama tiga hari, Komisi VI DPR-RI melaksanakan pertemuan dengan sejumlah pihak yakni BP BUMN, PT. Danantara Asset Management, dan dua Bank Syariah, yakni PT. Bank Syariah Indonesia (BSI) dan PT. Bank Syariah Nasional (BSN).
Pertemuan tersebut mengangkat sebuah tema yakni “Sinergi BSI dan BSN dalam Memperkuat Ekosistem Keuangan Syariah dan Pembiayaan Sektor Produktif untuk Mendorong Perekonomian Nasional.”
Dalam pertemuan tersebut, berbagai hal dibahas, didiskusikan sebagai bentuk tugas dan fungsi pengawasan dari DPR sebagai lembaga legislatif yang merupakan wakil rakyat di pemerintahan.
Christiany Eugenia Paruntu mengatakan bahwa kunker spesifik ke Kota Bogor dan bertemu dengan sejumlah pihak termasuk Bank Syariah Indonesia dan Bank Syariah Nasional adalah merupakan bagian dari fungsi pengawasan anggota DPR-RI.
Selanjutnya, Komisi VI DPR-RI terus mendorong agar BSI dan BSN terus bersinergi bukan hanya sampai pada penguatan industri perbankan syariah, tapi mampu memperluas akses pembiayaan bagi UMKM.
“Dari kami Komisi VI DPR-RI mendorong agar sinergi kedua bank syariah ini yakni BSI dan BSN tidak hanya berhenti pada penguatan industri perbankan, akan tetapi dapat mampu memperluas akses pembiayaan bagi UMKM, Sektor Riil, Industri Halal, serta berbagai sektor produktif daerah,” jelas Christiany Eugenia Paruntu.
Menurutnya, penguatan ekosistem keuangan syariah harus bisa memberikan dampak nyata bagi terhadap peningkatan aktivitas ekonomi, terciptanya lapangan kerja, serta berdampak pada kesejahteraan masyarakat.
Melalui kunker spesifik Komisi VI DPR-RI tersebut, ditekankan pentingnya kolaborasi yang sehat dan terukur antara Danantara Asset Management, BUMN, BSI, dan BSN, dengan tetap mengedepankan tata kelola, efisiensi, inovasi, serta prinsip-prinsip kehati-hatian.
Selanjutnya Komisi VI DPR-RI mengharapkan agar keuangan syariah harus dapat menjadi kekuatan yang strategis dalam mendorong pertumbuhan ekonomi nasional yang inklusif, produktif, dan berkelanjutan, guna mewujudkan dan meningkatkan kesejahteraan masyarakat.
“Beberapa hal tentunya disepakati dalam pertemuan ini, dan kami pun mengharapkan agar keuangan syariah akan dapat menjadi kekuatan strategis dalam mendorong pertumbuhan ekonomi nasional yang inklusif, produktif dan berkelanjutan,” ucap Christiany Eugenia Paruntu. (Hen)*
