Pengucapan Syukur Minahasa Selatan Jatuh Pada Tanggal 16 Juli 2017

by -260 views

Amurang (Minsel), transparansiindonesia.com – Pengucapan syukur warga masyarakat Minahasa Selatan, terjawab sudah lewat rapat bersama unsur terkait yakni pemkab Minsel, BKSAUA, FKUB, Bamag, Katholik, dan Konghucu, yang di laksanakan di ruang rapat Assisten 1 setdakab Minsel pada Kamis 15/6, maka pengucapan syukur Minahasa Selatan berlaku 16 Juli 2017.

Penetapan mengenai jadwal pengucapan syukur di Minsel tanggal 16 Juli 2017 ini juga atas andil dari para pendeta dan tokoh Agama. “Setelah lewat rapat bersama pengucapan syukur masyarakat/jemaat Minsel di tetapkan 16 Juli 2017.” kata Asisten dua setdakab Minsel, Drs Handri Sondakh.

Sementara itu di tempat terpisah Bupati Minahasa Selatan Christiany Eugenia Paruntu SE, menekankan kepada masyarakat minahasa selatan agar dalam merayakan pengucapan syukur nanti, tidak dengan pesta pora, jauhi minuman keras dan rayakan pengucapan syukur dengan kesederhanaan.

“Dalam merayakan pengucapan syukur nanti, mari kita rayakan dengan kesederhanaan, tidak dengan pesta pora, jangan mengkonsumsi minuman keras, yang kadang kala menjadi awal mula pertengkaran atau keributan.” kata Bupati Tetty Paruntu

Baca juga:  Terima KPU dan Petugas Pantarlih, Begini Himbauan Bupati CEP

Tetty Paruntu pun menambahkan agar dalam pengucapan syukur ini, mari kita betul-betul memahami apa makna dari pengucapan syukur ini, yakni mengucap syukur keoada Tuhan atas berkat yang sudah Tuhan beri kepada kita.

“Mari kita memahami dengan betul makna dari pengucapan ini, jangan pengucapan syukur ini hanya menjadi simbol, mari kita syukuri setiap berkat dan nikmat yang tuhan sudah beri, sebab berkat itu bukan hanya materi saja, tetapi nafas kehidupan yang sampai saat ini masih kita hirup adalah berkat atau anugrah Tuhan yang sangat berharga. Kita juga baru-baru boleh meraih opini Wajar Tanpa Pengecualian (WTP) dari BPK RI, itu adalah kasih Tuhan yang patut kita syukuri.” Tambah Bupati Minsel dengan segudang prestasi ini.

Baca juga:  58 Desa Terancam Tak Terima Pencairan Dandes

Ketua BKSAUA Pdt Rio Tumbelaka MTh mengatakan agar penetapan pengucapan syukur ini dapat di sosialisasikan di gereja-gereja oleh para pendeta maupun gembala. Dengan harapan pengucapan syukur kepada Tuhan dapat di laksanakan dengan penuh hikmat, menyenangkan hati Tuhan dengan kesederhanaan, menjaga stabilitas keamanan dan ketertiban, serta tidak dengan pesta pora dan mengkonsumsi minuman keras.

Hadir dalam rapat ini, asisten satu setdakab Minsel Drs Handri Sondakh, Kabag Kesra Maxie Pattyranie, ketua BKSAUA Pdt Rio Tumbelaka MTh, Ketua FKUB Pdt Lucky Tumbelaka MTh, Ketua BAMAG Pdt Roy Lumintang STh, Sekretaris BAMAG Pdt Jusuf Goni STh, Sebastian Aman dari Katholik, Js Liem Giok Mey dari Konghucu, serta para kasubag dan staf kesra setdakab Minsel.

Hengli K