Petahana Enembe-Tinal, Kembali Diusung 10 Parpol Dalam Pilkada Papua

by -314 views

Papua/transparansiindonesia.com – Gabungan 10 parpol terdiri dari Partai Demokrat, Golkar, NasDem, Hanura, PAN, PKB, PKS, PKP, PPP, dan PBB membentuk ‘Koalisi Papua Bangkit’ jilid II untuk mengusung kembali calon petahana Lukas Enembe-Klemen Tinal pada Pilgub Papua 2018. Koalisi ini mendeklarasikan pasangan Lukas-Klemen di Kota jayapura, Jumat (29/12/2017).

Tokoh dari ‘Koalisi Papua Bangkit’ Mathius Awaitouw mengatakan, dengan mendukung kembali Lukas-Klemen, dirinya berharap pasangan tersebut dapat melanjutkan pembangunan papua yang sudah dilakukan selama satu periode. Mathius menilai pembangunan Papua cukup sulit dan berbeda dengan daerah lainnya. “Membangun Papua tidak bisa hanya 2-3 tahun, jadi kita berikan kesempatan untuk kedua pemimpin Papua ini untuk melanjutkan tugasnya 5 tahun ke depan,” ujar Mathius.

Baca juga:  Demokrat vs Gerindra, Dalam Episode Baru Pilpres 2019

Selain hal tersebut menurut Mathius pembangunan Papua saat ini sedang berkembang untuk menembus keterisolasian. Salah satu upaya yang dilakukan adalah menyiapkan Papua sebagai tuan rumah Pekan Olahraga Nasional (PON) XX. Meski sulit dilakukan, Mathius menilai pasangan tersebut mampu mewujudkan Papua sebagai tuan rumah PON XX.

Pasangan Lukas-Klemal juga dinilai mampu memberantas minuman keras (miras) di wilayah Papua dengan kebijakan-kebijakannya. Mathius mengungkapkan selama ini banyak korban berjatuhan di Papua akibat mengonsumsi miras. “Untuk meneruskan program-program itu, kita dukung Lukas Enembe dan Klemen Tinal untuk memimpin Provinsi Papua priode ke-2, sehingga partai pendukung wajib mengamankan kebijakan-kebijakan yang akan dilakukan pemimpin daerah selama 5 tahun,” ucapnya.

Baca juga:  "Kadiv Sospol SNCI Tolak Keras Pernyataan PKS Yang Sia-sia Tentang Perubahan Kementerian"

Lebih lanjut Mathius juga mengajak seluruh masyarakat Papua untuk selalu menjaga Pilkada Papua yang damai, bermartabat, demokratis, dan aman. “Papua disebut salah satu daerah yang rawan keamanan pada Pilkada 2018, maka kita harus menjaga itu dan memenangkan Pilkada secara hormat. Kita harus bisa menghilangkan kesan yang buruk, dengan mewujudkan Pilkada Papua yang damai,” tandasnya.   (red/TI)*