Lambok Sidabutar; “Terkait Kasus Pengaman Pantai Ranoyapo, Kita Sudah Tetapkan Tiga Tersangka”

by -249 views

Minsel/transparansiindonesia.com – Kepala Kejaksaan Negeri Minahasa Selatan, Lambok Sidabutar SH.MH, menggelar jumpa pers dengan sejumlah wartawan biro Minsel, pada Rabu (21/2), terkait berbagai kasus yang saat ini tengah ditangani pihaknya.

Dalam kegiatan Jumpa Pers ini, ada yang menjadi menarik perhatian yakni, dugaan kasus korupsi pengaman pantai Ranoyapo Kecamatan Amurang, dalam kasus ini kepala kejaksaan Lambok Sidabutar mengatakan bahwa di bulan Oktober tahun 2017 lalu pihaknya telah mengeluarkan surat perintah penyelidikan penggunaan dana siap pakai dari BNPB Pusat, di BPBD Minsel.

“Sumber dananya dari APBN ke Kabupaten Minsel yang jumlahnya kurang lebih 15 Miliar, dimana penggunaan dana itu untuk pembuatan sejumlah konstruksi di wilayah Minahasa Selatan, yakni perkuatan tembok pantai Ranoyapo, perbaikan darurat tembok pengaman pantai desa Ongkaw, perkuatan tebing desa Suluun, dan perkuatan tebing desa Karimbow.

Dalam dana 15 M dari BNPB pusat, oleh pemkab Minsel menganggarkan dana 15 M ke BPBD untuk perkuatan tembok penahan pantai di Ranoyapo, dan ada juga dana dari APBD Minsel untuk lokasi kegiatan tersebut jadi totalnya ada 10 M untuk kegiatan tersebut.

Baca juga:  Ada 4 Ikrar Yang Dibacakan Bupati Minsel Tetty Paruntu Saat Upacara Peringatan Hari Lahirnya Pancasila

” Jadi ada dua sumber dana untuk pembangunan tembok pantai Ranoyapo, yakni 5 Miliar dari APBN dan 5 Miliar dari APBD” jelas Lambok Sidabutar.

Iapun menambahkan bahwa dalam penentuan pelaksana kegiatan tidak melalui proses lelang, melainkan penunjukan langsung, dengan alasan tanggap darurat. “Dana siap pakai dari BNPB Pusat ini memang tidak bisa turun, atau tidak bisa dikucurkan ke daerah-daerah kabupaten atau provinsi kalau tidak ada penetapan tanggap darurat oleh kepala daerah, namun kami punya bukti bahwa di Minsel untuk tahun 2016 tidak ada terjadi bencana.” tambah Lambok.

Maka dari itu Kejaksaan Negeri Minahasa Selatan menaikam statusnya dari penyelidikan ke penyidikan, dan sudah mendatangkan ahli dari Bandung, serta sudah berkoordiansi dengan BPK-RI dan ada supervisi dari KPK.

Baca juga:  Siswa Kelas IX SMP Negeri 1 Tompasobaru Ikut USBN, Begini Pesan Kepsek Verra Kaparang

“Jadi dalam kasus dugaan korupsi pengaman pantai Ranoyapo, sementara ini kita sudah menetapkan tiga tersangka yakni HNJK (ASN Pemkab Minsel), SYP (ASN Pemkab Minsel) dan CYAABW selaku Direktur penyedia barang dan jasa.” tambah Kajari Minsel yang dikenal sangat dekat dengan para awak media ini.

Dalam kasus ini pihak Kejaksaan menyanggakan kepada mereka pasal 2 dan 3 undang-undang Tipikor nomor 31 tahun 1999, sebagaimana sudah diubah dengan UU Nomor 20 tahun 2001 tentang UU nomor 31 tahun 1999, tentang pemberantasan tindak pidana korupsi.

“Sudah 24 saksi yang diperiksa termasuk ahli dari BNPB dan juga ahli dari Politeknik Negeri Bandung, kasus ini akan terus dikembangkan karena volume pekerjaannya terjadi kekurangan sebesar 45 persen dari nilai kontrak.” jelas Lambok Sidabutar.

Kepala Kejaksaan Minsel ini pun berkomitmen untuk menyelesaikan kasus ini sampai selesai, siapa yang bertanggung-jawab dan berperan didalamnya.    (Hengly/TI)*