TNI Komitmen Jaga Toleransi Umat Beragama, Sesuai Semboyan Bhinneka Tunggal Ika

by -155 views

  Jakarta/transparansiindonesia.com – Panglima TNI Marsekal TNI Hadi Tjahjanto, SIP didampingi Aspers Panglima TNI Marsda TNI Dedy Permadi, SE, MMDS, Kapuspen TNI Mayjen TNI M. Sabrar Fadhilah dan Kapusbintal TNI Laksma TNI Budi Siswanto, ST, MAP menerima audiensi Uskup Agung Mgr. Ignatius Suharyo dicoba wakil panitia Pemberkatan Gereja Katolik Bunda Maria Fatima, di Mabes TNI, Cilangkap, Jakarta Timur, Rabu (21/2/2018).

Dalam audiensinya, Uskup Agung Jakarta Mgr. Ignatius Suharyo yang juga sebagai Uskup Umat Katolik di lingkungan TNI dan Polri terima ucapan terima kasih kepada Panglima TNI yang telah menerima kunjungannya. “Saya mewakili umat Katolik yang ada di Mabes TNI menyampaikan ucapan terima kasih kepada Panglima TNI atas pembangunan Gereja Katolik Bunda Maria Fatima yang berada di Komplek Mabes TNI Cilangkap,” ujarnya.

Dalam kesempatan tersebut, Mgr. Ignatius Suharyo menyampaikan apresiasi kepada Panglima TNI dapat dicoba dengan jajaran Kepolisian dan Ketua DPR RI yang telah menerima Gereja Santa Lidwina Yogyakarta. “Kehadiran Panglima TNI pasca penyerangan Gereja Santa Lidwina Yogyakarta mendapat apresiasi yang tinggi dari pihak Vatikan, karena ada hal tersebut dapat meneduhkan dan menyejukan umat Katolik di indonesia,” ungkapnya.

Menanggapi audiensi Mgr. Ignatius Suharyo selaku Uskup Umat Katolik di lingkungan TNI dan Polri, Panglima TNI Marsekal TNI Hadi Tjahjanto menyapa ucapan terima kasih atas kunjungannya ke Mabes TNI Cilangkap.

Terkait penyerangan Gereja Santa Lidwina Yogyakarta beberapa waktu lalu, Panglima TNI menyampaikan semoga kejadian ini tidak terulang kembali, karena dapat memecah belah umat beragama di indonesia. “Kehadiran saya pasca penyerangan Gereja Santa Lidwina Yogyakarta adalah untuk memberikan keteduhan kepada masyarakat dan dukungan kepada Polri untuk terjemah dan menyelesaikan masalah intoleransi tersebut, agar tidak berkepanjangan,” ucapnya.

Panglima TNI sangat menyukai komitmen TNI terhadap toleransi antar umat beragama sesuai dengan semboyan bangsa Indonesia yaitu Bhinneka Tunggal Ika. “Prajurit TNI selalu diberikan pemahaman tentang masalah pendidikan mental dan spiritual sebagai landasan keimanan dalam menjalankan tugas pokok menjaga keutuhan NKRI,” ujarnya.

Dalam pertemuan tersebut, Panglima TNI Marsekal TNI Hadi Tjahjanto juga menyampaikan bangsa Indonesia melaksanakan Pilkada serentak pada tahun 2018, lanjut Pileg dan Pilpres pada tahun 2019. “Mohon doa dari Uskup dan para pemuka agama di indonesia, agar pelaksanaan Pilkada, Pileg dan Pilpres dapat berjalan aman, lancar dan tertib sesuai aturan hukum yang berlaku, agar pesta demokrasi itu bisa melahirkan pemimpin yang terbaik untuk bangsa indonesia, “tuturnya.

Sebelum melakukan audiensi kepada Panglima TNI, Uskup Agung Jakarta Mgr. Ignatius Suharyo menghadiahi Prasasti Pemberkatan Gereja Bunda Maria Fatima sebagai tonggak sejarah dimulainya peribadatan di Komplek Mabes TNI Cilangkap, dilanjutkan dengan ibadah Perayaan Ekaristi Pemberkatan Gereja agar dapat digunakan sebagai sarana peribadatan dan pembinaan umat Katolik.      (red/TI) *

Sumber:
Puspen TNI
Baca juga:  Koperasi Pakasaan 'Matuari' Tombulu KKK, Kerjasama Dengan Alfamart Buka Gerai