Sumuweng; ‘Pembangunan Lima Pasar Rakyat di Minsel, Sudah Mulai Dikerjakan’

by -280 views

Minsel, transparansiindonesia.co.id — Kabupaten Minahasa Selatan di tahun 2018 ini, mendapat dana segar sebesar Lima Milliar yang berasal dari DAK 2018 untuk pembangunan pasar rakyat sebanyak Lima Unit.

Adapun kelima pasar rakyat tersebut yakni pasar rakyat Mopolo, pasar rakyat Wanga, pasar rakyat pinapalangkow, pasar rakyat Koreng, dan pasar rakyat Tawaang Timur, dengan.

Kepala Dinas Perdagangan Minsel Adrian Sumuweng MSi ketika ditemui diruang kerjanya oleh awak media transparansiindonesia.co.id mengatakan selain kelima pasar rakyat tersebut, sementara juga diusulkan ke Kementerian Perdagangan untuk pembangunan tiga pasar yakni Pasar Tumani, Pasar Ongkaw, dan Pasar Rap-rap, sedangkan untuk pasar Amurang masih menunggu kajian dari RTRW.

Baca juga:  Ditengah Hadapi Pandemi Covid-19, JAK-MEP Berbagi Sembako dan Masker ke Warga

“Dengan adanya pasar-pasar rakyat tersebut, diharapkan roda perekonomian masyarakat akan meningkat dan transaksi jual-beli masyarakat Minsel akan ramai dan akan berdampak pada tingkat transaksi diantara pembeli dan penjual akan lebih meningkat,” kata Adrian Sumuweng.

Ia pun menambahkan dengan adanya keberadaan pasar-pasar rakyat tersebut akan bermanfaat bagi warga dengan terjaganya stabilitas harga, ketersediaan bahan pokok produk dalam negeri atau daerah, karena hasil pertanian maupun perkebunan dari para masyarakat akan dengan cepat di bawa ke pasar, karena akses kepasar sudah semakin dekat.

Baca juga:  Dilakukan Secara Door to Door, Pemdes Makaaruyen Salurkan BLT-Dandes Kepada Keluarga Penerima Manfaat

“Melalui perjuangan yang dilakukan oleh Ibu Bupati DR.Christiany Eugenia Paruntu SE, pada akhir tahun anggaran 2017, di Pemerintah Pusat melalui Kementerian Perdagangan, maka Minsel boleh mendapatkan dana melalui DAK 2018 sebesar 5 Milliar untuk pembangunan 5 Pasar Rakyat tersebut,” tambah Sumuweng.

Iapun menambahkan bahwa manfaat dari keberadaan pasar-pasar rakyat tersebut, yaitu stabilisasi harga akan terjaga, dengan ketersediaan bahan-bahan pokok produk dalam negeri maupun lokal, yang dihasilkan oleh para masyarakat, terutama para petani dan pekebun.

(Hengly)*