Luhut Panjaitan dan Sri Mulyani Datangi Bawaslu RI

by -276 views

Jakarta, transparansiindonesia.co.id – Menko Kemaritiman Luhut Binsar Panjaitan mendatangi Badan Pengawas Pemilu Republik Indonesia, bersama Menkeu Sri Mulyani pada Jumat 02 November 2018.

Kedatangan kedua Menteri tersebut, ke Kantor Bawaslu RI, karena Keduanya sangat mengormati proses hukum di Indonesia, untuk mengklarifikasi adanya laporan dugaan pelanggaran peraturan kampanye pada saat jumpa pers, penutupan Annual Meeting IMF-WB, pada 14 Oktober lalu di Provinsi Bali.

Dihadapan Bawaslu Luhut Binsar Panjaitan menjelaskan bahwa pada acara tersebut, tidak ada urusan kampenye, dimana yang terjadi pada acara penutupan Annual Meeting IMF-WB tersebut, adalah luapan kegembiraan saat Maddam Lagarde (Pimpinan IMF) dan Jim Yong Kim (Presiden World Bank) dan beberapa pihak lainnya menyatakan bahwa tidak terbayangkan Indonesia mampu menyelenggarakan rapat tahunan IMF-WB di Bali ini, pada tataran Kelas Dunia.

Baca juga:  Hidayat Nur Wahid Persilahkan Sandiaga Jabat Wagub DKI

“Kesukesan kami tim panitia dalam menjalankan peran sebagai tuan rumah Annual Meeting IMF-WB tersebut, mengangkat Indonesia pada standar yang lebih tinggi, daripada apa yang kami bayangkan sebelumnya,” kata Luhut.

Dalam penutupan acara tersebut, yang pelaksanaanya berlangsung sukses, maka spontanlah terjadi, mengatakan Indonesia Nomor Satu, Great Indonesia, dan spontan juga gestur tubuh mengekspresikan kebanggaan tersebut.

“Saking larutnya kami dalam kegembiraan tersebut, kami tidak sempat lagi memikirkan kampanye, apalagi dihadapan kedua pimpinan lembaga Internasional, yang tidak terlibat dalam tahun politik,” tambahnya.

Luhut menambahkan, bahwa siapapun yang berada dalam situasi tersebut, pasti akan merasakan kebanggaan yang luar biasa, dimana lagipula siapa yang tidak bangga Negara-nya dipuji oleh dunia internasional.

Baca juga:  Kelima Kalinya Indonesia Terpilih Jadi Anggota Dewan HAM PBB

“Melalui kegiatan ini, Indonesia dipuji di dunia internasional, dan itu menjadi kebanggaan bagi kita warga Indonesia,” tutup Luhut Panjaitan.

(red)*