Petugas Kebersihan Keluhkan Kekurangan Armada Pengangkut Sampah

by -353 views

Minsel, transparansiindonesia.co.id — Volume sampah di Minahasa Selatan dari tahun ke tahun terus bertambah volumenya, yang disebabkan oleh aktifitas masyarakat dari tahun ke tahun terus mengalami peningkatan, yang mengakibatkan volume sampah tersebut terus meningkat.

Keberadaan armada pengangkut sampah juga menjadi salah satu faktor penting dalam menangani masalah sampah, namun oleh petugas kebersihan dilapangan mengeluhkan keberadaan armada pengangkut sampah yang saat ini tinggal tiga unit yang beroperasi.

“Kami mengeluhkan keberadaan armada pengangkut sampah, dimana saat ini hanya tinggal tiga unit truck yang beroperasi mengangkut sampah dan lima unit Motor CSR,” kata beberapa petugas kebersihan.

Dinas Lingkungan Hidup Minahasa Selatan, yang selaku Instansi yang menangani masalah persampahan, ketika di konfirmasi oleh jurnalist transparansiindonesia.co.id melalui Kepala Bidang Pengelolaan LB3 dan Pengendalian Pencemaran Stanley Sunkudon S.Hut, yang diiyakan Kepala Dinas Roi Sumangkut ST.MT mengatakan bahwa apa yang dikeluhkan oleh para petugas kebersihan itu memang benar, karena walaupun mereka sudah bekerja keras, namun ketersediaan armada pengangkut yang minim, membuat pengangkutan sampah dari TPS ke TPA efektitiftas kerjanya berkurang.

Baca juga:  Seluruh Pantarlih se-Kecamatan Modoinding Ikuti Apel Kesiapan Coklit

“Saat ini armada yang kita miliki hanya 3 unit truck yang diserahkan oleh Dinas PU dalam penyerahan aset beberapa waktu lalu, ditambah dengan 3 Unit Motor CSR dari PT Bank SulutGo dan 2 Unit CSR dari PT SEJ, dengan armada yang seperti itu sangat menyulitkan para petugas kebersihan dalam mengankut sampah.

Disinyalir masih ada beberapa aset persampahan di Dinas PU-PR yang sebelumnya digunakan ditahun 2018, belum diserahkan ke DLH, seperti Motor, kendaraan PickUp, dan aset-aset lainnya yang dulu digunakan oleh Bidang Persampahan Dinas PU-PR, namun belum diserahkan ke DLH Minsel.

” kita akan terus berupaya bekerja semaksimal dan sebaik mungkin untuk mengatasi masalah persampahan di Minahasa Selatan, dan tentunya sembari mengajak kepada warga Masyarakat, untuk memanfaatkan Bank Sampah yang sudah ada, untuk mengurangi Volume Sampah ke Tempat Pembuangan Akhir (TPA), disamping itu juga bisa menambah perekonomian masyarakat, seperti apa yang disampai-sampaikan oleh Bupati Tetty Paruntu,” tambah Kabid Stanley Sunkudon, yang diiyakan oleh Kadis Roi Sumangkut.

Baca juga:  Bersama Ketua PMI-Minsel, Bupati Tetty Paruntu Kunjungi Warga Kota Menara yang Terkena Dampak Abu, dari Erupsi Gunung Soputan

Sementara itu Kepala Dinas Lingkungan Hidup Roi Sumangkut ST.MT, mengatakan diperlukan juga kasadaran dari warga masyarakat, dalam hal jam membuang sampah ke TPS, harus ditaati dan dipahami betul ke masyarakat, agar kerja para petugas dapat berjalan dengan baik.

“Saya tegaskan agar warga masyarakat dapat memahami dan mentaati jam buang sampah di TPS yakni dari jam 17:00 sampai jam 05:00 (Jam 5 Sore sampai Jam 5 Pagi), untuk kepentingan kita bersama, untuk Minsel Bersih dan Sehat,” kata Roi Sumangkut.

(Hengly)*