‘Problem Solving’, Polsek Ranoyapo Bawa Pelaku Penganiayaan ke Rumah Gereja

‘Problem Solving’, Polsek Ranoyapo Bawa Pelaku Penganiayaan ke Rumah Gereja

Minsel, transparansiindonesia.co.id – – Program Prima Ministra Polres Minahasa Selatan, dilaksanakan oleh Polsek Ranoyapo, dimana pelaku kasus Penganiayaan didesa Ranoyapo yakni lelaki RP alias Rian Warga Dessa Ranoyapo Kecamatan Ranoyapo, dibawa ke Gereja untuk didoakan oleh Pendeta di Gereja GMIM Kalvari Ranoyapo pada Senin 25 November 2019.

“Polsek Ranoyapo melaksanakan giat Problem Solving melalui pendekatan religi terhadap pelaku kasus Penganiayaan, ini merupakan bagian dari program Prima Ministra Polres Minsel,” kata Kapolsek Ranoyapo Iptu Jefry Mailensun melalui Bhaninkamtibas Polsek Ranoyapo Bripka Herdy Manese.

Untuk diketahui lelaki RP alias Rian, dilaporkan atas kasus tindak Penganiayaan terhadap lelaki Jefry Kandong, yang merupakan sesama warga Desa Ranoyapo.

“Peristiwa Penganiayaan terjadi saat pelaku yang tidak menerima perlakuan kasar dari korban, kemudian memukul korban dengan kepalan tangan, sehingga mengakibatkan korban mengalami pecah pelipis mata sehingga mengeluarkan darah, dan setelah mendapat laporan kita langsubg turun ke lokasi mendatangi TKP dan mengamankan pelaku,” kata Kapolsek Ranoyapo Iptu Jefry Mailensun.

Setelah dimeduasi oleh Bhaninkamtibas Polsek Ranoyapo dan Pemerintah Desa Ranoyapo, kedua pihak yang bertikai yakni pelaku dan korban, sepakat menyelesaikan kasus ini dengan damai secara kekeluargaan.

Ditambahkannya oleh Kapolsek Ranoyapo Iptu Jefry Mailensun usai sepakat berdamai, pihak korban dan pelaku langsung menandatangani surat kesepakatan damai dan disaksikan oleh Polsek Ranoyapo dan Pemerintah Desa.

Program penyelesaian masalah (Problem Solving) melalui pendekatan religi ini merupakan salah satu terobosan kreatif Polres Minahasa Selatan, yang dimaksudkan untuk memberikan efek jera bagi pelaku tindak pidana ringan.

“Program Prima Ministra melalui Giat Problem Solving merupakan program keratif dari Polres Minsel, membawa pelaku ke Gereja (Tempat Ibadah) untuk didoakan oleh Pendeta, dan nantinya akan memberikan efek jera kepada pelaku tindak pidana ringan,” tanbah Jeffry Mailensun.

Diharapkannya pula dengan program ini, pelaku tidak akan mengulangi lagi perbuatannya dan bertobat, serta ikut juga dalam menciptakan suasana Kamtibmas yang kondusif dan terjaga dilingkungan masyarakat.

(Hengly)*

Tags: , , , ,
banner 468x60

Subscribe

Thanks for read our article for update information please subscriber our newslatter below

No Responses

Comments are closed.