Schouten; “Minsel Bukan Zona Merah Penyebaran Covid-19”

Minsel988 Views

Minsel, transparansiindonesia.co.id — Kasus terkonfirmasi positif Covid-19 di Minahasa Selatan terus saja bertambah, dimana sesuai dengan rilis dari Tim Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 Kabupaten Minahasa Selatan bahwa Jumlah Kasus Terkonfirmasi Positif Covid-19 menjadi 83 Orang.

Tim Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 Kabupaten Minahasa Selatan dr.Erwin Schouten mengatakan total terkonfirmasi positif di Minsel hingga saat ini (Jumat, 7/8/2020) berjumlah 83 orang (1 kasus belum di umumkan).

Dari 83 Kasus tersebut, Erwin Schouten mengatakan bahwa pasien sembuh ada 61 orang, meninggal dunia ada 8 orang, dan sementara dirawat ada 14 orang.

Baca juga:  Dugaan Skandal Rp20 Miliar Dinkes Minsel: AMTI Desak Kejari Amurang Tangkap Penjarakan Kadis,PPK, Serta Kontraktor 

Sedangkan dari data berdasarkan atau versi situs resmi Dinas Kesehatan Provinsi Sulawesi Utara melalui Corona.sulutprov.go.id, untuk Minahasa Selatan total kasus positif Covid-19 ada 80 orang, dimana rinciannya sembuh 13 orang, meninggal dunia 8 orang dan sedang dirawat 59 orang.

Schouten mengatakan bahwa perbedaan data tersebut disebabkan oleh belum terupdatenya data Dinkes Provinsi Sulawesi Utara, sehingga Kabupaten Minahasa Selatan dalam pengumuman dari Gugus Tugas Covid-19 pusat ditetapkan sebagai Zona Merah.

Ditetapkannya Minsel sebagai Zona Merah Covid-19, dibantah oleh dr.Erwin Schouten bahwa Minsel pihaknya selalu mengupdate data terbaru setiap hari melalui aplikasi WhatsApp, dan perbedaan data tersebut dari Dinkes Provinsi Sulut dan Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 Kabupaten Minahasa Selatan menyebabkan salah interpretasi indikator untuk penentuan Zona Covid-19 Pusat.

Baca juga:  Koramil Motoling Terus Kawal Pengerjaan Pembangunan Jembatan Lompad

“Kami selalu mengupdate data terbaru setiap hari, perbedaan data tersebut akan menyebabkan salah interpretasi indikator untuk penentuan zona Covid-19 pusat, jadi saat ini Minsel masih zona kuning, bukan zona merah penyebaran Covid-19,” ujar Schouten.

(Hengly)*