HBL Menyurat ke Presiden dan Kapolri Terkait Masalah Rafael

by -104 views

Sulut, transparansiindonesia.co.id – Masalah yang menimpa Calon Bintara Polri atas nama Rafael Malalangi, mendapatkan perhatian serius dari anggota DPR-RI dari Fraksi Nasdem Hillary Briggita Lasut SH.LLM

Permasalahan yang dialami Rafael, pemuda asal Minsel Sulut, sempat dinyatakan lulus tes calon Bintara Polri tahun 2021. Namun belakangan, namanya disulap hilang dari daftar peserta yang lulus. Sangat ironis sekali.

Karena itu, Hillary menyatakan akan menyurat kepada Presiden Jokowi dan Kapolri Jenderal Pol Lystio Sigit Prabowo untuk mempertanyakan nasib Rafael.

“Mengapa terjadi seperti ini. Apakah ini ada permainan atau bagaimana yang pasti saya akan mempertanyakan ini langsung melalui surat kepada Presiden dan Kapolri,” ujar Hillary dalam keterangan tertulis Kamis (29/07/2021).
Politisi Senayan ini mempertanyakan proses dan prosedur pengumuman kelulusan tersebut hingga bisa nama orang yang sudah dinyatakan lulus tergantikan dengan nama calon lain.

“Kok bisa ya, sudah diumumkan secara virtual dan lulus seleksi secara nasional namun beberapa hari kemudian dinyatakan tidak lulus melalui surat. Ini ada apa?” katanya.

Diketahui, Rafael Malalangi, peserta seleksi calon Bintara asal pendaftaran Polres Minsel yang lulus seleksi secara Nasional dan sudah diumumkan secara virtual oleh panitia.

Mendengar hal ini, keluarganya bersyukur dan mengadakan ibadah syukur atas kelulusan anak mereka.

Tapi kegembiraan itu buyar setelah beberapa hari kemudian muncul surat dari Polda Sulawesi Utara yang menyatakan kalau Rafael Malalangi tidak lulus.

Baca juga:  Trio Runtuwene Bagikan Sembako di Beberapa Desa di Minsel

Sontak saja hal ini membuat kedua orang tuanya mempertanyakan keabsahan surat tersebut kepada pihak berkompoten.
Namun tetap saja upaya kedua orang tua sia-sia. Sehingga, mereka pun mengungkapkan aspirasi mereka ini melalui anggota DPR RI.

“Mengapa ini terjadi di era keterbukaan informasi sekarang. Saya akan berusaha masalah ini ada solusinya,” kata politisi Partai Nasdem ini.

Rafael Menangis dan Bingung

“Saya menangis saat lihat nama saya tidak ada lagi pada daftar pengumuman kedua,” kata Rafael Malalangi (18).

Menurut Rafael, dia menangis karena perasaan malu, kecewa dan bingung, mengapa namanya bisa hilang di daftar pengumuman susulan.

“Padahal, saat pengumuman online pada Tanggal 22 Juli, nama saya ada di Nomor Urut 22. Kami semua menyaksikan pengumuman secara online itu,” ungkap Rafael dengan terbata-bata sambil menunduk, saat diwawancarai Tribun Manado, Kamis (29/7/2021).

Bagaimana tidak malu, kata dia, warga Desa Pinaoalangkow sudah tahu namanya lulus. Bahkan, katanya, warga Pinapalangkow telah memberikan dia ucapan selamat atas kelulusan tes Bintara Polri itu.

“Saat teman-teman tahu nama saya ada dalam daftar pengumuman kelulusan secara online, mereka sudah menyampaikan ucapan selamat. Banyak yang menyampaikannya melalui media sosial,” ucap Rafael.

Tidak hanya itu, katanya, keluarganya sudah membuat syukuran.

Baca juga:  Nasdem Bidik 8 Kemenangan di Pilkada Sulut

“Keluarga kami sudah melaksanakan syukuran kelulusan. Tahu-tahunya, nama saya sudah tidak ada lagi,” imbuhnya.
[29/7 20:18] Oping Mona: Kenly Malalangi, ayah Rafael, mengaku kecewa.

“Siapa yang tidak kecewa. Anak saya sudah dinyatakan lulus saat pengumuman secara online. Tapi, saat pengumuman ulang tadi pagi, nama anak saya sudah digantikan dengan nama orang lain,” kata Kenly Malalangi.

Dia meminta Polda Sulut untuk memperjuangkan nama anaknya.

“Permintaan kami keluarga, izinkan anak kami ikut pendidikan. Sebab dia sudah dinyatakan lulus dalam pengumuman online,” pintanya.
Dipaparkan Kenly, pada Tanggal 22 Juli, Rafael Malalangi sudah dinyatakan lulus dalam pengumuman online.

“Saat tahu anak kami lulus, kami sangat bersukacita. Perjuangan selama berbulan-bulan akhirnya membuahkan hasil,” ucapnya.

Sukacita keluarga Kenly Malalangi tiba-tiba hilang saat ada pengumuman susulan pada Kamis (29/7/2021) pagi.

“Saya sempat shok waktu membaca pengumuman kedua tadi pagi. Nama anak saya di Nomor urut 22 tidak ada lagi. Sudah ada nama orang lain,” terangnya.

Kendati demikian, Rafael, Kenly dan keluarga mereka tidak putus asa. Mereka masih sangat berharap Kapolri akan turun tangan memperjuangkan kelulusan Rafael.

“Tolong kami pak Kapolri. Anak kami sudah dinyatakan lulus pada pengumuman secara online. Biarkan anak kami ikut pendidikan,” harap Kenly. (red/TI)*