Minsel, transparansiindonesia.co.id – Penemuan kerangka manusia menghebohkan warga yang ada di Raanan Baru Raya, Kecamatan Motoling Barat, dimana sesosok kerangka manusia ditemukan di perkebunan Tambelang wilayah kepolisian Desa Raanan Baru Dua, pada Rabu pagi 2 Februari 2022.
Kerangka manusia tersebut teridentifikasi lelaki bernama Diks Pondaag, usia 72 tahun warga desa Raanan Baru, dan berprofesi sebagai petani.
Kerangka manusia tersebut pertama kali ditemukan oleh saksi lelaki Yance Lumenta usia 46 tahun, warga desa Tondei Dua kecamatan Motoling Barat, yang merupakan ponakan dari Diks Pondaag.
Adapun kronologi penemuan kerangka manusia tersebut sebagaimana hasil konfirmasi oleh awak media ini kepada Kapolsek Motoling melalui Kanit Intel Aipda Roy Mashanafi bahwa menurut saksi satu yakni Yance Lumenta bahwa pada Selasa 1 Februari 2022, anak dari Diks Pondaag yakni Vera Pondaag yang berada di Jayapura menelpon dirinya dan menanyakan keberadaan ayahnya yakni Diks Pondaag, dan saksi mengatakan bahwa korban Diks Pondaag terakhir kali kerumahnya diDesa Tondei pada saat korban mengambil uang yang di kirim Vera Pondaag melalui dirinya, dan hingga saat ini tak diketahui kabarnya.
Selanjutnya perempuan Vera Pondaag menyuruh saksi agar mencari ayahnya, kemudian pada Rabu pagi 2 Februari 2022, saksi kemudian mencari ke kebun, dari Desa Tondei Dua saksi menuju perkebunan Raanan Baru Dua yang menjadi tempat Diks Pondaag berkebun, dan sesampainya dikebun saksi berteriak-teriak memanggil korban (Diks Pondaag) dan melihat Sabuah yang merupakan tempat berteduh korban sudah dipenuhi rerumputan, selanjutnya saksi mendekat ke arah Sabuah tersebut dan mendapati ada kerangka manusia diatas dipan (tempat tidur), dan saksi meyakini bahwa kerangka tersebut adalah milik Diks Pondaag, yang merupakan pamannya.
Selanjutnya saksi langsung melaporkan penemuan kerangka manusia tersebut ke pihak pemerintah desa Raanan Baru dan dengan respon cepat HukumTua Desa Raanan Baru Ruddy Kodongan langsung mengintruksikan jajaran pemerintah desa dan masyarakat menuju lokasi dan mengevakuasi korban.
Dari hasil olah TKP dan pengumpulan Baket oleh pihak Polsek Motoling juga mendapatkan keterangan dari saksi lainnya yakni lelaki Marchel Kawung (33 tahun), saksi Marchel mengatakan bahwa ia terakhir bertemu dengan korban pada bulan Desember 2021 sebelum perayaan Natal, dikarenakan korban sering berkunjung kerumahnya dan makan, dikarenakan korban tidak memiliki tempat tinggal sedangkan anak-anaknya berada diluar daerah.
Sementara itu dari keterangan warga lainnya yakni Arie Kumaat yang merupakan mantan HukumTua Desa Raanan Baru Dua bahwa korban Diks Pondaag terakhir berkunjung kerumahnya pada bulan Desember 2021 setelah Natal, dan mengatakan kepada dirinya bahwa korban baru dari Puskesmas untuk memeriksakan kesehatannya karena dirinya merasa sakit, selanjutnya usai bercerita korban langsung pamit dan menuju kebun.
Salah satu bidan yang bertugas di Puskesmas Motoling Barat yakni Jane Manampiring yang diambil keterangannya oleh pihak Polsek mengatakan bahwa setelah perayaan Natal 2021 yakni pada akhir Desember, korban Diks Pondaag sempat datang ke Puskesmas Motoling Barat untuk memeriksakan kesehatannya karena mengeluh sakit di bagian dada dan susah bernafas, selanjutnya usai diperiksa dan diberikan obat korban Diks Pondaag langsung pulang namun tidak diketahui tujuan yang bersangkutan kemana.
Sementara itu HukumTua Desa Raanan Baru Ruddy Kodongan ketika dikonfirmasi oleh awak media transparansiindonesia.co.id mengatakan bahwa memang benar ada penemuan kerangka manusia diwilayah Raanan Baru Raya dan kerangka manusia tersebut adalah milik dari salah satu warganya yakni Diks Pondaag.
Penemuan sesosok mayat yang sudah menjadi kerangka tersebut, sehingga diperkirakan korban Diks Pondaag telah meninggal kurang lebih satu bulan yang lalu.
Dikatakannya pula bahwa untuk kerangka manusia tersebut setelah dievakuasi dari TKP langsung dimakamkan.
Pihak Polsek Motoling ketika mendengar laporan terkait penemuan kerangka manusia tersebut langsung menuju ke lokasi bersama Nakes Puskesmas Motoling Barat untuk olah TKP dan pengumpulan Baket.
“Usai menerima laporan terkait penemuan kerangka manusia tersebut, kita langsung menuju TKP bersama Nakes Puskesmas Motoling Barat, dan langsung melakukan olah TKP, mencari saksi-saksi, mengamankan lokasi, dan bersama-sama dengan pemerintah desa Raanan Baru dan tokoh agama dan masyarakat langsung mengevakuasi korban, dan membuat berita acara penolakan otopsi dari pihak keluarga,” kata Kanit Intel Aipda Roy Mashanafi kepada awak media transparansiindonesia.co.id
Dikatakan Roy Mashanafi pula bahwa kematian Diks Pondaag kemungkinan besar diakibatkan karena sakit yang dideritanya, dimana setelah dilakukan visum luar tidak ditentukan adanya tanda-tanda kekerasan, begitupun oleh pihak keluarga korban menolak untuk dilakukan otopsi.
(Hengly)*
