Diduga Sakit, Pria 63 Tahun Ditemukan Tewas dengan Menyandang Tanki Penyemprotan

Uncategorized320 Dilihat

BANGKINANG, Transparansi indonesia.co.id Warga Kelurahan Bangkinang, Kecamatan Bangkinang, Kabupaten Kampar mendadak heboh dengan ditemukan seorang pria bernama Ahmad (63) dalam keadaan meninggal dunia di kebun, tepatnya di Simpang Pulau, Senin (10/6/2024) sekira pukul 17.00 WIB.

Korban ditemukan oleh Jasman yang mana merasa curiga korban sejak pagi belum pulang hingga sore. “Karena itulah, keluarga langsung merasa curiga dan mencari korban dan ditemukan sudah dalam keadaan meninggal dunia,” terang Kapolres Kampar AKBP Ronald Sumaja melalui Kasat AKP Elvin Akbar Putra.

Diketahui kejadian ini berawal pihak piket Sat Reskrim polres Kampar mendapatkan informasi dari masyarakat tentang adanya penemuan mayat atas nama Ahmad di kebun di Simpang Pulau Kelurahan Langgini, Kecamatan Bangkinang Kota, Kabupaten Kampar

Baca juga:  WAKIL WALI KOTA TRI ADHIANTO TINJAU KEADAAN TERMINAL BEKASI

“Mendapatkan informasi adanya mayat tersebut, Unit Identifikasi dan Piket Sat Reskrim datang ke TKP dan langsung melakukan olah TKP,” ujar Kasat.

Dari keterangan saksi-saksi di peroleh Informasi awalnya Senin tanggal 10 Juni 2024 sekira pukul 08.00 WIB korban memberitahu kepada keluarga hendak bekerja menyemprot di kebun kelapa sawit.

Dihari yang sama, yakni sekira pukul 16.00 Wib korban tidak juga ada kabar, yang mana biasanya korban akan kembali ke rumah untuk makan siang, “Namun korban tidak kembali ke rumah, dan keluarga menunggu di rumah hingga sore hari namun korban tidak juga pulang,” Ungkap Kasat.

Baca juga:  Gelar Anev dan Coffe Morning, Begini Arahan Kapolsek Tambang

Merasa ada keanehan tersebut, Jasman keluarga korban melakukan pengecekan ke lokasi tempat korban bekerja dan menemukan korban sudah tidak bernyawa dengan posisi korban terlentang di atas tanki alat penyemprotannya.

“Kita dari Tim Inafis Polres Kampar tiba di lokasi dan langsung melakukan Evakuasi terhadap Korban dan di bawa ke rumah duka untuk langsung di lakukan persiapan untuk di kebumikan,” Terangnya.

Pihak Keluarga Korban tidak bersedia Korban Autopsi dengan membuat surat Pernyataan. “Karena korban diduga sakit jantung dan meninggal saat melalukan penyemprotan di kebun sawit miliknya,” Pungkas Kasat.(ROMI87)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *