
“Tommy Turangan: Kepemimpinan Revino Pepah Bawa Bank SulutGo Lebih Kompetitif”.
TRANSPARANSI INDONESIA.CO.ID, EKONOMI, MANADO,- Aliansi Masyarakat Transparansi Indonesia (LSM-AMTI) menyampaikan apresiasi sekaligus dukungan penuh atas terpilihnya kembali Revino Pepah, sebagai Direktur Utama PT Bank Pembangunan Daerah Sulawesi Utara dan Gorontalo (Bank SulutGo/BSG) dalam Rapat Umum Pemegang Saham Luar Biasa (RUPS-LB), Selasa (10/2/26) kemarin.
Keputusan pemegang saham mempertahankan Revino Pepah sebagai pucuk pimpinan manajemen BSG untuk periode 10 Februari 2026 hingga 10 Februari 2031, dinilai sebagai bentuk kepercayaan terhadap kapasitas kepemimpinan, integritas, serta rekam jejak profesional dalam mengelola perbankan daerah.
Ketua Umum Pusat LSM-AMTI, Tommy Turangan, menegaskan bahwa penetapan kembali Revino Pepah tidak terlepas dari kinerja manajemen dalam menjaga stabilitas usaha, meningkatkan kualitas pelayanan, serta memperkuat kepercayaan publik terhadap Bank SulutGo.
“Keputusan RUPS-LB mempertahankan Revino Pepah mencerminkan tingkat kepercayaan tinggi dari pemegang saham terhadap hasil kerja selama memimpin. Kinerja positif tersebut menjadi dasar utama dukungan dari berbagai pihak, termasuk masyarakat sipil,” ujar Turangan saat diwawancarai awak media, Rabu,(11/2/26).
Turangan menilai, Revino Pepah merupakan figur berpengalaman dalam dunia perbankan, dengan rekam jejak panjang dalam pengelolaan lembaga keuangan daerah. Pengalaman tersebut dinilai menjadi modal strategis dalam menghadapi tantangan industri perbankan, khususnya dalam menghadapi persaingan nasional, perkembangan teknologi digital, serta perubahan pola transaksi masyarakat.
Menurutnya, sektor perbankan daerah saat ini dihadapkan pada tuntutan transformasi digital, peningkatan tata kelola, serta perluasan akses pembiayaan produktif bagi masyarakat dan pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah.
“Kepemimpinan yang memiliki visi jelas, pemahaman industri, serta kemampuan manajerial sangat dibutuhkan. Revino Pepah dinilai memiliki kapasitas tersebut, sehingga mampu membawa Bank SulutGo semakin kompetitif dan adaptif terhadap perkembangan zaman,” lanjut Turangan.
LSM-AMTI juga berharap kepemimpinan berkelanjutan tersebut mampu mendorong peran Bank SulutGo sebagai motor penggerak pertumbuhan ekonomi daerah, baik di Provinsi Sulawesi Utara maupun Provinsi Gorontalo. Perbankan daerah diharapkan semakin aktif mendukung pembiayaan sektor produktif, pembangunan infrastruktur ekonomi, serta penguatan kapasitas UMKM.
“Kami memahami bobot, bebet, pengalaman, serta pola kepemimpinan Revino Pepah. Dengan modal tersebut, Bank SulutGo diyakini terus berkembang dan memberikan kontribusi nyata bagi perekonomian daerah, terutama bagi pelaku usaha kecil dan menengah,” tambahnya.
Lebih lanjut, AMTI menyatakan komitmen untuk terus mengawal tata kelola perbankan daerah agar tetap berjalan sesuai prinsip transparansi, akuntabilitas, serta profesionalisme. Dukungan terhadap manajemen BSG juga diarahkan pada penguatan sistem pengawasan internal, manajemen risiko, serta penerapan prinsip kehati-hatian dalam penyaluran kredit.
Turangan menegaskan bahwa keberhasilan perbankan daerah tidak hanya diukur dari sisi profitabilitas, tetapi juga dari kemampuan menjaga stabilitas keuangan, memperluas inklusi keuangan, serta memberikan dampak sosial dan ekonomi bagi masyarakat.
“Bank SulutGo diharapkan menjadi contoh bank pembangunan daerah yang sehat, profesional, serta memiliki keberpihakan terhadap kepentingan publik. Lembaga perbankan daerah harus mampu menjadi mitra strategis pemerintah dalam pembangunan ekonomi,” tegasnya.
Dengan terpilihnya kembali Revino Pepah sebagai Direktur Utama, Bank SulutGo diharapkan mampu memperkuat posisi sebagai lembaga keuangan regional yang modern, inovatif, serta berorientasi pada pelayanan prima. Sinergi antara manajemen, pemegang saham, pemerintah daerah, serta masyarakat dinilai menjadi kunci utama dalam mewujudkan perbankan daerah yang berkelanjutan.
Kepercayaan yang diberikan pemegang saham melalui RUPS-LB menjadi landasan penting bagi manajemen BSG untuk melanjutkan program transformasi, memperluas jaringan layanan, serta meningkatkan daya saing di tengah dinamika industri perbankan nasional.
(kontributor sulut, Wahyudi barik)
