MANADO, TI – Rumah Sakit Prof. R.D Kandou Manado mendapat sorotan publik akhir-akhir ini.
Hal tersebut terkait pemberian makanan kepada pasien yang rawat inap di rumah sakit terbesar di Sulawesi Utara tersebut.
Sorotan datang dari lembaga swadaya masyarakat aliansi masyarakat transparansi indonesia (LSM-AMTI).
Ketua umum DPP LSM-AMTI, Tommy Turangan SH mengatakan bahwa sorotan terhadap RS Prof Kandou Manado oleh karena adanya dugaan pemberian makanan terhadap pasien sering terlambat diberikan.
“Akhir-akhir ini seperti dia beritakan publik pasien di Rumah Sakit Prof Kandou sering mendapat jatah makan siang terlambat, makanan datang sudah jam 2 siang atau pukul 14:00 WITA,” jelas Tommy Turangan SH.
Selanjutnya Turangan pun kemudian mempertanyakan standar gizi dalam menu makanan yang diberikan kepada pasien.
Dengan tegas, Tommy Turangan meragukan pengolahan makanan di RS Prof Kandou Manado, standar gizi menu makanan yang patut dipertanyakan, ditambah lagi dengan pemberian makanan kepada pasien yang sering terlambat.
“Problem di RS Prof Kandou Manado ini terjadi akibat dari dinonaktifkannya 71 pegawai BLU yang mengakibatkan pemberian makanan kepada pasien sering terlambat,” ujar Turangan.
Ia pun meminta agar pihak Instansi terkait dapat memperhatikan hal-hal seperti ini, jangan anggap hal sepele pemberian makanan kepada pasien, karena pasien berada dirumah sakit untuk pengobatan dan pemulihan.
“Jangan sampai, maksud pasien di rumah sakit untuk menjadi sehat, ehh tapi malah ditambah sakit oleh karena dugaan pemberian makanan terlambat dan menu makanan yang diduga tidak sesuai standar gizi,” tegas Tommy Turangan SH. (T2)*
