Teddy Momongan, Figur Pelayan Masyarakat Siap Bertarung pada Pemilihan Hukum Tua Desa Tember

“Nomor Urut 2 Teddy Momongan, Hadir Membawa Semangat Perubahan bagi Desa Tember”.

foto calon hukum tua, Teddy momongan.
foto calon hukum tua, Teddy momongan.

TRANSPARANSI INDONESIA.CO.ID, MINAHASA, LANGOWAN BARAT,- Kontestasi Pemilihan Hukum Tua Desa Tember, Kecamatan Langowan Barat, menghadirkan sejumlah figur terbaik putra daerah. Salah satu nama yang menjadi perhatian masyarakat yakni Teddy Momongan, calon Hukum Tua nomor urut 2, sosok yang dikenal luas memiliki kedekatan emosional dengan warga serta aktif menjalankan berbagai kegiatan sosial jauh sebelum memasuki arena pemilihan.

Di tengah dinamika pembangunan desa, kehadiran pemimpin dengan kepedulian tinggi terhadap kebutuhan masyarakat menjadi harapan besar bagi warga. Teddy Momongan hadir membawa semangat pelayanan, pengabdian, serta komitmen kuat untuk memperjuangkan kepentingan masyarakat Desa Tember secara menyeluruh.

Bagi sebagian besar warga, figur Teddy Momongan bukan sekadar calon pemimpin. Rekam jejak kepedulian sosial telah terlihat melalui berbagai aksi nyata di tengah masyarakat. Salah satu bentuk perhatian paling menonjol terlihat melalui program santunan duka bagi keluarga yang mengalami musibah kehilangan anggota keluarga.

Tercatat, sebelum terpilih sebagai Hukum Tua, Teddy Momongan telah menyalurkan sekitar dana pribadi sebesar Rp.500.000 santunan duka kepada masyarakat pada dua jaga di Desa Tember. Langkah tersebut menjadi bukti nyata kepedulian terhadap sesama, terutama bagi keluarga yang sedang menghadapi masa sulit.

Kehadiran dalam suasana duka, menurut banyak warga, bukan sekadar bantuan materi. Lebih dari itu, terdapat nilai kemanusiaan, solidaritas, serta empati sosial yang mempererat hubungan antara pemimpin dengan masyarakat.

Pada tahapan pemilihan, Teddy Momongan optimis bakal meraih suara terbanyak, dari total daftar pemilih tetap sekitar 505 suara sah. Perolehan tersebut mencerminkan tingkat kepercayaan masyarakat terhadap kapasitas, integritas, serta visi pembangunan desa yang diusungnya.

Mengangkat slogan “Tulus Melayani, Empati pada Rakyat, Dedikasi Tinggi, Dekat dengan Warga”, Teddy Momongan berupaya membangun paradigma kepemimpinan berbasis pelayanan publik. Filosofi tersebut lahir dari keyakinan bahwa seorang Hukum Tua harus hadir sebagai pelayan masyarakat, bukan sekadar pemegang jabatan administratif.

Menurutnya, pembangunan desa tidak dapat bertumpu hanya pada pembangunan fisik. Pembangunan sumber daya manusia, penguatan solidaritas sosial, peningkatan kesejahteraan keluarga, serta perhatian terhadap kelompok rentan harus berjalan beriringan demi menciptakan kemajuan berkelanjutan.

Baca juga:  Energi Untuk Perkuat Ekonomi Desa, CEP Ikuti RDP Antara Komisi VI DPR-RI Dan PT. PLN

Sebagai calon Hukum Tua, Teddy Momongan menawarkan sejumlah program prioritas yang menyentuh kebutuhan langsung masyarakat.

Program pertama yakni renovasi Balai Desa Tember. Balai desa dipandang sebagai pusat aktivitas pemerintahan sekaligus ruang interaksi sosial masyarakat. Pembenahan fasilitas tersebut diharapkan mampu meningkatkan kualitas pelayanan publik serta mendukung berbagai kegiatan kemasyarakatan.

Pada sektor sosial, Teddy Momongan berkomitmen memberikan santunan duka sebesar Rp1.000.000 bagi keluarga yang berduka. Program tersebut menjadi bentuk penghormatan terhadap nilai kebersamaan serta kepedulian sosial dalam kehidupan masyarakat desa.

Perhatian terhadap dunia pendidikan juga menjadi bagian penting dalam agenda pembangunan. Teddy Momongan mencanangkan pengadaan seragam sekolah setiap tahun ajaran baru bagi pelajar TK, SD, SMP, hingga SMA. Program tersebut bertujuan membantu meringankan beban ekonomi keluarga sekaligus mendorong peningkatan semangat belajar generasi muda.

Komitmen sosial semakin terlihat melalui rencana penggunaan gaji Hukum Tua untuk kepentingan masyarakat. Apabila dipercaya memimpin Desa Tember, sebagian penghasilannya akan diarahkan bagi pembayaran iuran BPJS keluarga kurang mampu. Langkah tersebut dipandang sebagai upaya memperluas akses perlindungan kesehatan bagi warga.

Pada bidang keagamaan, Teddy Momongan menyiapkan program pengecatan rumah ibadah setiap akhir tahun sebagai bentuk dukungan terhadap kenyamanan umat dalam menjalankan aktivitas keagamaan.

Perhatian terhadap kelompok rentan juga mendapat porsi khusus melalui pemberian THR dan sembako bagi janda, duda, serta penyandang disabilitas setiap akhir tahun. Program tersebut lahir dari keinginan menghadirkan kebahagiaan bagi masyarakat yang membutuhkan perhatian lebih.

Sementara pada sektor infrastruktur, pemasangan lampu jalan menjadi salah satu prioritas utama. Kehadiran penerangan jalan diyakini mampu meningkatkan keamanan lingkungan, kenyamanan warga, serta mendukung aktivitas masyarakat pada malam hari.

Menariknya, berbagai program sosial tersebut direncanakan menggunakan dana pribadi, mencerminkan keseriusan Teddy Momongan dalam mengabdikan diri bagi masyarakat tanpa membebani anggaran desa.

Dalam pernyataannya kepada masyarakat, Teddy Momongan menegaskan bahwa keikutsertaannya pada pemilihan Hukum Tua bukan sekadar mengejar jabatan, melainkan panggilan pengabdian untuk membangun kampung halaman.

Baca juga:  Satresnarkoba Polresta Manado Bongkar Peredaran 4.011 Pil Trihexyphenidyl, Pengedar Singkil Dibekuk

“Tanggung jawab sebagai pemimpin desa merupakan amanah besar. Saya maju bukan untuk mencari kedudukan, melainkan membawa semangat pelayanan bagi seluruh masyarakat Desa Tember. Kepercayaan warga merupakan kehormatan luar biasa sekaligus tanggung jawab moral untuk bekerja lebih keras demi kemajuan desa,” ujar Teddy Momongan, kepada awak media belum lama ini.

Menurutnya, kompetisi pemilihan harus dijalani dengan penuh kedewasaan politik, semangat persaudaraan, serta penghormatan terhadap pilihan masyarakat.

“Saya siap menghadapi seluruh tahapan pemilihan dengan hati terbuka. Dukungan masyarakat menjadi energi besar bagi perjuangan menuju perubahan. Pertarungan politik bukan arena permusuhan. Persaingan harus menjadi sarana menghadirkan gagasan terbaik bagi kemajuan Desa Tember,” katanya.

Teddy menambahkan bahwa masyarakat membutuhkan pemimpin yang hadir saat warga mengalami kesulitan, mendengar aspirasi rakyat, serta mampu memberikan solusi atas berbagai persoalan.

“Pemimpin desa wajib dekat dengan masyarakat. Kehadiran seorang Hukum Tua harus dirasakan dalam setiap suka maupun duka warga. Saya percaya kepemimpinan lahir dari ketulusan, bukan pencitraan. Pelayanan kepada masyarakat harus dibuktikan melalui tindakan nyata, bukan sekadar janji saat kampanye,” tegasnya.

Lebih lanjut, Teddy Momongan menyampaikan komitmennya untuk membangun pemerintahan desa yang terbuka, partisipatif, serta mengedepankan kepentingan rakyat.

“Saya memiliki keyakinan besar bahwa Desa Tember mampu berkembang menjadi desa maju, sejahtera, aman, harmonis, serta memiliki daya saing. Potensi masyarakat sangat besar. Apabila seluruh elemen bersatu, pembangunan dapat berjalan lebih cepat demi kesejahteraan bersama. Saya siap mengabdikan tenaga, pikiran, waktu, bahkan sumber daya pribadi demi kemajuan Desa Tember,” ungkapnya.

Bagi Teddy, kemenangan sejati bukan semata hasil pemungutan suara, melainkan keberhasilan menghadirkan manfaat bagi masyarakat luas. Semangat melayani, empati terhadap rakyat, dedikasi tinggi, serta kedekatan dengan warga menjadi fondasi utama perjuangannya dalam kontestasi Pemilihan Hukum Tua Desa Tember.

Dengan bekal pengalaman sosial, dukungan masyarakat, serta visi pembangunan berbasis kepedulian, Teddy Momongan hadir sebagai salah satu figur yang menawarkan harapan baru bagi perjalanan pembangunan Desa Tember pada masa mendatang.

 

(kontributor sulut, Wahyudi barik)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *