Minsel, transparansiindonesia.co.id – Pemerintah dan masyarakat desa Torout bersyukur merayakan hari ulang tahun desa yang ke-125 tepat pada tanggal 23 Juli 2026.
Puncak perayaan HUT ke-125 desa Torout ditandai dengan ibadah syukur yang dilaksanakan di lapangan olahraga Mandala desa Torout pada 23 Juli 2026 yang dihadiri oleh seluruh masyarakat.
Adapun tema yang diangkat pada perayaan HUT ke-125 desa Torout adalah “MEWUJUDKAN DESA TOROUT MENJADI BAROMETER PERADABAN DAN KERUKUNAN.”
Rangkaian peringatan dan perayaan menyambut HUT ke-125 desa Torout, seperti diberitakan oleh media ini sebelumnya telah dilaksanakan ibadah dan doa syukur bersama pada Senin 20 Juli 2026, yang dilanjutkan dengan ziarah ke makam para pendiri desa guna mengawali berbagai rangkaian kegiatan yang akan dilaksanakan.
Oleh panitia HUT ke-125 desa Torout yang diketuai oleh Fadly Munaische sementara dan akan menggelar berbagai kegiatan dan lomba untuk lebih menyemarakkan dan memeriahkan HUT desa Torout.
Pada puncak acara kegiatan HUT desa Torout ke-125, juga diwarnai oleh pesta rakyat dilapangan sepakbola Mandala desa Torout.
Dimana warga masyarakat masing-masing membawa makanan dan hasil perkebunan serta pertanian dilokasi acara untuk selanjutnya disantap kasih bersama.
Penjabat HukumTua desa Torout, Elsye Tangel mengatakan bahwa acara HUT ke-125 desa Torout yang digelar tersebut merupakan pertama kalinya dirayakan dengan kemeriahan dan berbagai rangkaian kegiatan.
Dikatakan Elsye Tangel bahwa penetapan tanggal 23 Juli sebagai hari dan tanggal lahirnya desa Torout telah melalui berbagai tahapan dan proses mulai dari mengumpulkan data dan informasi hingga pada penelaan sejarah desa yang melibatkan para tokoh-tokoh masyarakat, tokoh adat, tokoh agama, tua-tua desa, hingga tokoh sejarah.
Maka, melalui musyawarah desa yang dilaksanakan dengan menghadirkan BPD dan lembaga desa, jajaran pemerintah desa, para tokoh masyarakat, tokoh agama, tua-tua desa dan tokoh adat, sehingga tanggal 23 Juli ditetapkan sebagai hari ulang tahun desa Torout.
Dalam sambutannya pada kegiatan acara puncak perayaan HUT ke-125 desa Torout, Penjabat HukumTua Elsye Tangel menyampaikan apresiasinya dan terima kasihnya kepada seluruh masyarakat yang terus menunjukkan komitmennya terhadap program-program pemerintah termasuk menyambut HUT ke-125 desa Torout.
Begitupun, Elsye Tangel menyampaikan terima kasih dan apresiasi kepada para panitia yang telah bekerja keras untuk suksesnya kegiatan-kegiatan yang dilaksanakan termasuk acara puncak perayaan HUT desa Torout ke-125 yang dipusatkan di lapangan sepak bola Mandala desa Torout.
Dalam rangkaian sambutannya, HukumTua Elsye Tangel membacakan sejarah berdirinya desa Torout yang dimulai atau didirikan pada tahun 1901 silam oleh para pendiri-pendiri desa yang bermigrasi dari tanah Totabuan (wilayah selatan) ke tanah wilayah Pontak (saat ini desa Lindangan) dan selanjutnya menetap diwilayah saat ini (desa Torout).
Perjalanan panjang dari masa ke masa, telah dilalui oleh masyarakat desa Torout yang terus dipimpin dan dipimpin oleh para pemimpin desa, mewujudkan pembangunan untuk kesejahteraan masyarakat.
Usia 125 tahun, menurut Elsye Tangel bukanlah usia yang masih muda, tapi merupakan usia yang tua yang terus tergambar dari kedewasaan warga masyarakat yang selalu memelihara kerukunan dan memperkokoh semangat persatuan antar warga masyarakat.
Desa Torout adalah sebuah desa yang dihuni oleh berbagai suku dan agama, namun selalu menjaga tali silaturahmi, menjaga kerukunan, memperkokoh semangat persatuan dan kesatuan sebagai sesama warga masyarakat desa Torout.
Semangat toleransi yang ditunjukkan oleh warga masyarakat desa Torout, menjadikan desa Torout terus diberkati dengan melalui berbagai usaha yang dijalankan dan menjadi profesi setiap individu masyarakat.
Sehingga, dampak nyata kehidupan masyarakat terus mengalami peningkatan yang dibarengi dengan perwujudan pembangunan desa disegala bidang.
Penjabat HukumTua Elsye Tangel mengajak seluruh masyarakat desa Torout agar di perayaan HUT ke-125 desa ini menjadi momentum yang baik untuk pemerintah dan masyarakat terus meningkatkan sinergitas, memperkuat semangat toleransi, untuk mewujudkan cita-cita desa yang terus maju disegala bidang pembangunan.
“Atas nama pemerintah desa, pemerintah kecamatan Tompasobaru, pemerintah kabupaten Minahasa Selatan, mengucapkan selamat bersyukur bagi pemerintah dan masyarakat desa Torout merayakan HUT desa yang ke-125, perjalanan panjang telah dilalui, dan tentunya juga masih ada perjalanan panjang yang akan kita lalui tentunya dengan tantangan dan hambatan yang berbeda sesuai dengan kemajuan era teknologi saat ini, namun yang perlu kita ingat bahwa semangat toleransi dan persatuan diantara masyarakat harus kita jaga dan selalu ditingkatkan,” kata Elsye Tangel.
Selama 125 tahun desa Torout berdiri, telah ada sebanyak 23 kepala desa (HukumTua) yang memimpin desa yang dihuni oleh mayoritas penduduk beragama muslim tersebut.
Dan berikut adalah HukumTua atau kepala desa (HukumTua definitif, Pjb, Plt, maupun Plh) yang pernah memimpin desa Torout Kecamatan Tompasobaru;
1. ABEDNEJU F. MENAJANG
2. HAEBAT MOKOGINTA
3. RADEN MOKOGINTA
4. JOHANIS ARINGKING
5. LENGKEBONG MOKOGINTA
6. AMOS MOKOGINTA
7. SAMUEL NELWAN
8. MARTEN DJ. ADAN
9. HANS L. MOLANTONG
10. TOMI MOKOGINTA
11. USMAN KOROMPOT
12. J. B. MOLANTONG
13. A. DJ. DAYU
14. S. KIAYMODJO
15 Drs. F. SOUTH
16. A. RAHMAN LABABA
17. J. B. MOLANTONG
18. MAULUD SABAR, S. HUT
19. Drs. DJEMY LOA
20. GEFY F. MOKOGINTA
21. JHON WENAS
22. MASRITA MOKOGINTA
23. TABITA ELSYE TANGEL SP.
Mengakhiri acara puncak perayaan HUT ke-125 desa Torout yang digelar di lapangan olahraga desa Torout, warga masyarakat disuguhkan dengan pesta kembang api dan acara musik yang telah disiapkan dan desain oleh panitia kegiatan.
“Mari torang wujudkan desa Torout menjadi barometer peradaban dan kerukunan dengan semangat toleransi antar sesama warga, Mototompiaan, Mototabian, Bo Mototanoban, Pakatu’an, Pakalawiren, Cita Waya Esa,” tutup Elsye Tangel.
Acara tersebut dihadiri oleh Camat Tompasobaru Imelda Dumais S Sos, Kapolsek Tompasobaru Iptu Torro Aldiano Pondaag SH yang diwakili oleh Kanit Samapta Ipda Jemri Mailantang, para mantan HukumTua desa Torout, tokoh-tokoh agama, tokoh adat, tokoh masyarakat, serta warga masyarakat yang memadati lokasi kegiatan. (Hen)*
