Puskesmas Maesaan Gelar Pelatihan Penyiapan PMT Berbasis Pangan Lokal

Kesehatan, Minsel11768 Views

Minsel, transparansiindonesia.co.id – Upaya pencegahan dan penurunan angka stunting terus menjadi perhatian dan program kerja prioritas pemerintah saat ini dalam rangka mewujudkan Indonesia bebas stunting menuju Indonesia emas 2045.

Salah satu upaya yang dilakukan dalam rangka pencegahan dan intervensi stunting adalah melalui kegiatan posyandu desa yang dilaksanakan setiap sebulan sekali disetiap desa di Indonesia.

Keberadaan kader posyandu atau tim pelaksana posyandu menjadi sangat penting peranannya dalam upaya melakukan pencegahan dan intervensi stunting, seperti melakukan sosialisasi dan edukasi serta memberikan makanan tambahan.

Pemerintah Kabupaten Minahasa Selatan, Bupati Franky Donny Wongkar SH dan Wakil Bupati Theodorus Kawatu S.IP melalui dinas kesehatan melaksanakan berbagai program kegiatan dalam upaya pencegahan dan intervensi stunting.

Dinkes Minsel melalui pusat kesehatan masyarakat (Puskesmas) Kecamatan Maesaan melaksanakan kegiatan pelatihan bagi para kader atau tim pelaksana penyiapan PMT untuk mendukung program pemerintah dalam upaya pencegahan dan intervensi stunting.

Kegiatan yang bertajuk Pelatihan Tim Pelaksana dalam Penyiapan Pemberian Makanan Tambahan Berbasis Pangan Lokal bagi Ibu Hamil, KEK dan Balita Gizi Kurang, dilaksanakan di Puskesmas Maesaan pada Rabu, 29 Juli 2026.

Kepala Puskesmas Maesaan, dr. Silvana Feronita Pakasi mengatakan bahwa kegiatan tersebut sangat penting bagi para kader dan tim pelaksana untuk memahami bagaimana menyiapkan pemberian makanan tambahan berbasis pangan lokal yang nantinya akan disajikan atau diberikan kepada sasaran di kegiatan posyandu.

Baca juga:  Dilaksanakan Sesuai Mekanisme, Ini 5 Calon Terpilih BPD Lowian Satu

Dalam kegiatan tersebut, para peserta diberikan pemahaman dan edukasi mengenai bagaimana cara dan tahapannya dalam menyiapkan makanan tambahan yang berbasis pada pangan lokal, dalam kegiatan posyandu untuk diberikan bagi ibu hamil KEK, dan balita gizi kurang.

Selain memberikan edukasi, para peserta kegiatan pelatihan juga diperlihatkan bagaimana caranya menyiapkan dan menyajikan makanan tambahan berbasis pangan lokal, yang langsung didemonstrasikan pembuatannya oleh para kader.

Dengan dilaksanakannya kegiatan pelatihan tersebut, kepala Puskesmas Maesaan dr. Silvana Feronita Pakasi berharap para peserta akan dapat lebih memahami dan mengerti tentang pentingnya persiapan dan penyiapan makanan tambahan dalam giat posyandu terutama berbasis pada pangan lokal untuk selanjutnya diberikan kepada sasaran-sasaran dalam posyandu.

Nantinya, setelah mengikuti pelatihan tersebut para peserta akan dapat menindaklanjutinya dengan memberikan edukasi juga kepada kader lainnya, sehingga apa yang menjadi tujuan dan maksud kegiatan tersebut benar-benar dipahami dan dimengerti oleh para kader serta para pengambil kebijakan dalam desa.

“Semoga melalui kegiatan pelatihan ini, para peserta akan memahami dan mengerti tentang betapa pentingnya PMT berbasis pangan lokal dalam mendukung program pemerintah melakukan pencegahan dan intervensi stunting,”ujar dr. Silvana Pakasi.

Baca juga:  Pingkan Tewu Apresiasi Partisipasi Masyarakat Dalam Giat Kerja Bakti Desa

Untuk diketahui, pemberian makanan tambahan (PMT) berbahan pangan lokal adalah program intervensi gizi dari Kementerian Kesehatan berupa makanan lengkap siap santap.

Program tersebut menggunakan sumber daya dan komoditas daerah setempat untuk memenuhi kebutuhan nutrisi, terutama protein hewani, bagi balita gizi kurang dan ibu hamil Kekurangan Energi Kronis (KEK).

Program pemberian makanan tambahan lokal tidak bertujuan menggantikan makanan utama, melarang penggunaan susu kental manis, dan lebih berfokus pada edukasi praktik memasak bagi orang tua.

Durasi pemberian makanan disesuaikan dengan kondisi sasaran menurut pedoman Kementerian Kesehatan.

Penyusunan menu wajib tinggi protein hewani (seperti ikan, telur, hati ayam, atau daging lokal) dan dipadukan dengan karbohidrat serta sayuran yang ada di sekitar.

Salah satu peserta kegiatan pelatihan mengatakan bahwa dengan mengikuti kegiatan tersebut ia mendapatkan pemahaman yang lebih dan tentunya akan sangat berguna dalam melaksanakan penyiapan pemberian makanan tambahan berbasis pangan lokal.

Yang artinya, bahan pangan yang diproduksi oleh masyarakat lokal desa dapat lebih dioptimalkan untuk diolah menjadi makanan tambahan bergizi yang akan diberikan kepada sasaran dalam posyandu seperti ibu hamil KEK, balita gizi kurang. (Hen)*

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *