Soroti Pengurangan Anggaran Di Distanak Sulut, MEP; Kebijakan TAPD Harus Berpihak Ke Petani

SULUT15289 Views

SULUT, transparansiindonesia.co.id – Dinas Pertanian dan Peternakan Provinsi Sulawesi Utara mendapat pengurangan anggaran yang mencapai sekitar Rp. 2 Miliar.

Kondisi tersebut langsung mendapat respon dan sorotan dari wakil ketua DPRD Sulut, Michaela Elsiana Paruntu (MEP).

Srikandi partai Golkar yang merupakan ketua DPD 1 Partai Golkar Sulawesi Utara tersebut mempertanyakan pengurangan anggaran sebesar Rp. 2 Miliar di Distanak Sulut.

Apalagi, dimusim panas saat ini yang beberapa daerah dan lokasi persawahan dan pertanian sudah mulai susah mendapatkan air.

Sorotan terhadap adanya pengurangan anggaran di Dinas Pertanian dan Peternakan tersebut disampaikan Michaela Elsiana Paruntu saat pembahasan KUA-PPAS APBD Perubahan 2026, bersama TAPD Pemerintah Provinsi Sulawesi Utara.

Baca juga:  PT Carel Disorot, Kabel Internet Diduga Menumpang Tiang Telkom

“kebijakan ini harus mendapatkan perhatian serius, mengingat saat ini musim kemarau yang sudah berlangsung cukup lama mengakibatkan sejumlah wilayah di Sulawesi Utara menghadapi krisis air untuk keperluan pertanian dan perkebunan,” ujar MEP.

Menurutnya, para petani saat ini harus mendapatkan dukungan menghadapi musim kemarau panjang, termasuk dukungan dalam bentuk bantuan pompa air, perbaikan irigasi untuk mengairi lahan pertanian.

Diketahui saat ini, para petani mengeluhkan cuaca atau musim kemarau yang telah berlangsung cukup lama sehingga sangat menganggu mereka untuk mengolah lahan pertanian.

Maka dari itu, perlunya perhatian pemerintah untuk memeriahkan dukungan dan support dalam bentuk bantuan agar para petani dimudahkan dalam mengolah lahan pertanian, dalam upaya mendukung program ketahanan pangan.

Baca juga:  Komisi VI DPR-RI RDP Bersama PT. Angkasa Pura, CEP Dorong Peningkatan Kualitas Pelayanan Bandara

Wanita cantik nan tegas tersebut selanjutnya mendesak agar kebijakan pengurangan anggaran di Distanak Sulut tidak mengganggu program-program pertanian, seperti program bantuan bagi kelompok sebagai ujung tombak dalam mewujudkan ketahanan pangan, khususnya di Sulawesi Utara.

“Kebijakan pengurangan anggaran di Distanak Sulut ini agar jangan sampai mengganggu program-program bantuan bagi kelompok tani yang kita ketahui bersama saat ini sangat lembut dukungan dan bantuan pemerintah terutama dalam mengatasi krisis air akibat musim kemarau panjang,” ucap Micha Paruntu. (Hen)*

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *