” AMTI Apresiasi Kepanitiaan Paskah Nasional 2026, Serukan Transparansi dan Profesionalisme”.

TRANSPARANSI INDONESIA.CO.ID, SULUT,- Semangat Persatuan, Toleransi, Serta Sukacita Paskah mulai menguat di Bumi Nyiur Melambai seiring diperkenalkannya Panitia Paskah Nasional 2026, bersama Panitia Festival Menghias Telur Paskah Anak se-Sulawesi Utara bertajuk “Little Hand’s–Big Joy”.
Agenda pengenalan kepanitiaan berlangsung di Graha Gubernuran, kawasan Bumi Beringin, Manado, Senin (23/2/2026).
Penunjukan Sulawesi Utara sebagai tuan rumah kembali mempertegas posisi daerah tersebut sebagai ruang hidup harmonis, menjunjung tinggi nilai toleransi, dialog antarumat beragama, serta penghormatan terhadap keberagaman budaya.
Ketua Pelaksana Paskah Nasional 2026, Recky H. Langie, menegaskan bahwa struktur kepanitiaan disusun secara inklusif guna merepresentasikan kebersamaan lintas sektor pemerintahan, organisasi kemasyarakatan, tokoh agama, serta komunitas pemuda.
“Paskah Nasional 2026 diarahkan menjadi ruang perjumpaan seluruh elemen bangsa. Semangat persatuan, penguatan nilai spiritual, serta pelayanan sosial menjadi fondasi utama pelaksanaan kegiatan,” tutur Recky dalam sambutan resmi.
Dalam struktur organisasi, Recky H. Langie didampingi sejumlah wakil ketua berasal dari unsur birokrasi, tokoh masyarakat, serta praktisi sosial. Posisi Sekretaris diamanahkan kepada Brilliant Charles bersama jajaran wakil sekretaris. Pengelolaan keuangan dipercayakan kepada Meiny Nelwan dengan dukungan dua wakil bendahara guna menjamin akuntabilitas anggaran.
Agenda pengenalan panitia turut dihadiri Gubernur Sulawesi Utara Yulius Selvanus bersama Ketua TP-PKK Sulut Anik Yulius Selvanus. Hadir pula Wakil Gubernur Victor Mailangkay, Sekretaris Provinsi Denny Mangala, serta jajaran pimpinan perangkat daerah.
Kehadiran pimpinan daerah memperkuat komitmen pemerintah provinsi dalam mendukung suksesnya agenda nasional tersebut melalui sinergi lintas instansi serta dukungan kebijakan strategis.
Dukungan terbuka juga disampaikan Ketua LSM Aliansi Masyarakat Transparansi Indonesia (AMTI), Tommy Turangan, terhadap kepemimpinan panitia serta arah penyelenggaraan Paskah Nasional 2026.
Tommy menilai komposisi kepanitiaan mencerminkan semangat kolaborasi serta profesionalisme.

“AMTI memberikan dukungan penuh kepada Ketua Panitia Paskah Nasional 2026 beserta seluruh jajaran. Struktur organisasi mencerminkan keterwakilan berbagai elemen masyarakat. Langkah tersebut menjadi modal utama membangun kepercayaan publik,” ujar Tommy.
Menurutnya, keterlibatan masyarakat sipil, organisasi keagamaan, serta komunitas lokal berpotensi memperkuat kualitas penyelenggaraan kegiatan berskala nasional.
“Paskah Nasional bukan sekadar seremoni keagamaan. Agenda tersebut membawa pesan persatuan, keadilan sosial, serta tanggung jawab moral. AMTI siap mengawal transparansi, akuntabilitas, serta penggunaan anggaran secara profesional,” tegasnya.
Panitia pelaksana dalam waktu dekat merencanakan rapat koordinasi lanjutan guna mematangkan konsep acara, agenda liturgi, festival budaya, kegiatan sosial, serta pemberdayaan ekonomi masyarakat.
Recky H. Langie menekankan pentingnya dampak berkelanjutan bagi masyarakat lokal.
“Paskah Nasional 2026 diharapkan mampu menggerakkan sektor pariwisata, UMKM, ekonomi kreatif, serta pelayanan sosial. Sinergi seluruh pihak menjadi kunci keberhasilan,” ungkapnya.
Sejumlah program pendukung telah diproyeksikan, mencakup bazar produk lokal, pertunjukan seni daerah, layanan kesehatan gratis, serta program edukasi anak melalui Festival Menghias Telur Paskah.
Menanggapi rencana besar tersebut, Tommy Turangan menyampaikan apresiasi sekaligus harapan agar seluruh tahapan berjalan sesuai prinsip tata kelola baik.
“AMTI memandang Paskah Nasional 2026 sebagai momentum strategis memperkuat citra Sulawesi Utara di tingkat nasional. Pelaksanaan kegiatan perlu mengedepankan keterbukaan informasi, partisipasi publik, serta evaluasi berkelanjutan,” katanya.
Tommy juga mendorong panitia membuka ruang dialog dengan masyarakat, pelaku usaha, serta organisasi kemasyarakatan guna memperluas partisipasi.
“Keterlibatan publik sejak tahap perencanaan akan melahirkan rasa memiliki. Partisipasi luas mampu memperkuat legitimasi sosial sekaligus kualitas program,” tambahnya.
Dengan dukungan pemerintah daerah, organisasi masyarakat, tokoh agama, serta komunitas sipil, Sulawesi Utara memantapkan langkah menuju Paskah Nasional 2026 sebagai perhelatan iman, budaya, dan persatuan.
Kolaborasi lintas sektor, tata kelola profesional, serta semangat pelayanan sosial menjadi fondasi utama penyelenggaraan kegiatan.
Optimisme terus menguat bahwa Paskah Nasional 2026 mampu menghadirkan perayaan bermakna, inklusif, serta membanggakan bagi masyarakat Indonesia.
(kontributor sulut, Wahyudi barik)
