Minsel, transparansiindonesia.co.id – Program makanan bergizi gratis ternyata belum sepenuhnya dirasakan oleh para siswa maupun para sasaran dari makanan yang bergizi gratis tersebut.
Keberadaan dapur satuan pelayanan pemenuhan gizi (SPPG) adalah faktor penting sebagai tempat memproduksi MBG.
Seperti di Kecamatan Tompasobaru, Kabupaten Minahasa Selatan disaat para siswa lainnya telah lama menikmati MBG, tapi para siswa di desa Liandok belum bisa menikmati MBG.
Hal tersebut dikarenakan dapur satuan pelayanan pemenuhan gizi (SPPG) yang berada di desa Liandok, Kecamatan Tompasobaru belum berproduksi.
Imbasnya,, para siswa yang ada di dua sekolah dan di PAUD yang ada di desa Liandok, belum bisa menikmati Makanan Bergizi Gratis (MBG).
Bahkan bukan hanya para peserta didik dan tenaga pendidik di SD GMIM Liandok dan SMPN 4 Tompasobaru serta para anak-anak TK, akan tetapi sasaran lainnya seperti 3B belum bisa menikmati MBG seperti di desa-desa lainnya.
Padahal dari pantauan awak media ini pada Kamis (10/9) di desa Liandok, terlihat bangunan SPPG yang berada didepan SD GMIM Liandok, seperti sudah siap digunakan.
Tentunya sangat miris memang ketika melihat ada sasaran-sasaran yang belum bisa menikmati MBG, padahal diketahui anggaran APBN untuk sektor pendidikan mengalami pemangkasan yang dialihkan ke BGN untuk program MBG.
Belum diketahui apa penyebab sehingga dapur SPPG di desa Liandok belum memproduksi MBG, tapi yang pasti para siswa dan sasaran lainnya sudah ingin merasakan san menikmati MBG yang merupakan program andalan dari Presiden Prabowo Subianto.
Untuk diketahui, sasaran MBG di desa Liandok yakni ada dua sekolah (SD dan SMP), TK/PAUD, serta sasaran 3B.
Pihak SPPG melalui koordinator wilayah Minahasa Selatan (Korwil SPPG Minsel) mengatakan bahwa belum berproduksi nya SPPG di desa Liandok dikarenakan masih menunggu arahan dan SK kepala dapur SPPG Liandok. (Hen)*
