AJI Manado Gelar Diskusi Media dan Ancaman Toleransi

by -227 views

Manado/transparansiindonesia  – Senin 07 Agustus 2017 ini, Aliansi Jurnalis Independen (AJI) Indonesia merayakan dies natalis ke-23. Catatan perjalanan organisasi yang sempat diberi label terlarang oleh rezim orde baru ini cukup panjang dalam memperjuangkan berbagai isu kemanusiaan.

Tahun ini AJI mengambil tema “Media dan Ancaman Intoleransi” sebagai respon atas kondisi bangsa Indonesia saat ini. “Ancaman intoleransi menghantui Indonesia. AJI menyikapi ini dengan menjadikan tema khusus untuk perayaan dies natalis ke-23 tahun ini,” ungkap Ketua Umum AJI Indonesia, Suwarjono, Minggu (6/8).

Suwarjono mengatakan, selain puncak acara dies natalis di Jakarta, AJI di sejumlah kota juga menggelar berbagai kegiatan berupa diskusi dan lainnya yang mengangkat tema ancaman intoleransi. Sejalan dengan itu, AJI Manado juga menggelar diskusi publik pada, Senin hari ini dengan mengangkat tema yang sama.

Baca juga:  Seroja putri Lestari Harumkan ibu kota Rohul lewat Turnamen Badminton Se Sumatera Raih juara ll (Dua)di Kota Medan

“Kita undang sejumlah lembaga, organisasi, serta kelompok masyarakat sipil yang selama ini menjadi jejaring AJI Manado,” ungkap Ketua Bidang Organisasi AJI Manado, Agust Hari. Diskusi yang bakal dilaksanakan di Sekretariat AJI Manado ini menghadirkan sejumlah narasumber antara lain, Pdt Ruth Wangkai STh (Teolog/Ketua DPN Peruati), Taufik Bilfaqih SpdI (Ketua Lembaga Seni Budaya Muslimin Indonesia), Maximus Watung SH (Koordinator Presidium Swara Manguni Sulut/Wakil Ketua Bidang Hukum dan HAM Pemuda Katolik Komda Sulut).

Sedangkan yang akan mengulas dari sisi media adalah Ketua AJI Manado, Yoseph E Ikanubun. “Kita akan mulai pukul 14.00 Wita, untuk itu sangat diharapkan kehadiran kawan-kawan semua,” pungkas Hari.  (dwo/TI)

Baca juga:  Komunitas Riau Mengaji, Kembali Salurkan Wakaf Al quran di TPQ Nurul Ukhuwah

 

ed/TI