100 Persen Eksis se-Indonesia, Grace Natalie; “PSI Siap Hadapi Verifikasi Faktual Oleh KPU”

by -240 views

Jakarta/transparansiindonesia – Partai Solidaritas Indonesia (PSI) tidak menemui hambatan dalam melakoni proses verifikasi faktual. PSI sudah 100 persen memiliki perwakilan di seluruh provinsi, 100 persen di kabupaten dan kota, dan 75 persen tingkat kecamatan. Sementara, syarat dari Komisi Pemiliham Umum (KPU) adalah 100 persen di provinsi, 75 persen di kabupa-ten/kota, dan 50 persen di kecamatan.

Dengan kondisi tersebut, Ketua Umum PSI Grace Natalie semakin percaya diri partainya siap diverifikasi KPU. Karena pekerjaan administratif dan faktual di lapangan sudah dilakukan jauh-jauh hari sudah hampir tiga tahun yang lalu. Grace optimistis lolos verifikasi KPU karena sudah berbadan hukum dan telah lolos verifikasi Kementerian Hukum dan HAM.

“Jadi untuk verifikasi KPU tahun ini tinggal kami rapikan sedikit saja. Ada tambahan anggota, persyaratan anggota sudah kami penuhi, bahkan jauh melebihi yang diminta KPU. Sudah siap untuk diverifikasi oleh KPU,” terangnya.

Baca juga:  Aset Terdakwa Kasus Jiwasraya Senilai Rp.18,4 Trilliun, Disita Kejagung

Kata Grace, karena proses verifikasi sudah rampung, saat ini PSI sudah melangkah jauh ke depan. PSI akan bekerja keras memaksimalkan mesin partai untuk mendukung Joko Widodo di bursa Pemilihan Presiden tahun 2019. Menurutnya, program-program Jokowi dianggap sejalan dengan PSI. Seperti meningkatkan kemajuan dan kesejahteraan rakyat Indonesia.

Selain itu, partai yang baru berusia 2 tahun ini ingin hadir dalam warna yang berbeda. PSI ingin menjadi penyuara aspirasi publik, tidak sekadar untuk jalan menuju kekuasaan, seperti yang dilakukan kebanyakan partai selama ini.

“Atas landasan itu, PSI berinisiatif menggelar kopi darat (kopdar) dengan relawan yang tersebar di wilayah Jakarta dan sekitarnya,” ujarnya.

Baca juga:  Ternyata Lebih Takut Kepada 10 Wartawan,Daripada 100 Divisi Tentara Musuh

Sekjen PSI, Raja Juli Antoni menyatakan, partainya tengah mencari momentum untuk memenangi Pemilu 2019. Toni mengambil contoh kemenangan Presiden Prancis Emmanuel Macron, yang terpilih menjadi presiden walaupun berasal dari partai baru.

“Seperti di Prancis, (Presiden) Macron 1,5 tahun bisa menang kalau ada momentum. Kita lagi cari momentum itu,” paparnya.

Toni pun membeberkan apa yang sedang dilakukan PSI dalam proses menuju pemenangan Pemilu 2019. Setidaknya ada 2 hal yang sedang digodok PSI.

“Kami terus mencari cara untuk pemenangan Pemilu, seperti merekrut caleg dan melihat dapil mana yang ber-potensi meraih kemenangan,” tandasnya. (red/TI)

 

sumber/koran rakyat merdeka