Soal Aksi Ketua BEM UI kepada Presiden, Begini Tanggapan Mensos Idrus Marham

by -169 views

Jakarta/transparansiinsonesia.com – Aksi kartu kuning yang dilakukan Ketua Badan Eksekutif Mahasiswa Universitas Indonesia (BEM UI) Periode 2018 Zaadit Taqwa kepada Presiden Joko Widodo (Jokowi) pada acara Dies Natalis ke-68 Universitas Indonesia, Jumat (2/2) kini menjadi sorotan.

Aksi tersebut terjadi saat Presiden Jokowi usai memberikan sambutannya. Namun Ketua BEM UI dengan mengenakan batik lengan panjang kemudian meniupkan peluit dan mengacungkan buku berwarna kuning. Anggota pasukan pengamanan presiden (paspampres) langsung menggiring pria tersebut ke pintu keluar.

Aksi tersebut diketahui sebagai isyarat peringatan terhadap beberapa isu nasional saat ini, seperti isu gizi buruk yang menimpa Suku Asmat, isu penghidupan kembali dwifungsi Polri/TNI terkait usulan leaksana tugas (Plt) Gubernur dari Polri, dan penerapan peraturan baru organisasi mahasiswa.

Baca juga:  SMKN 1 Banjit di duga Mark Up Jumlah Murid Saat Pengajuan Dana Bos

Hal ini pun ditanggapi oleh Menteri Sosial (Mensos) Idrus Marham. Menurut Idrus, seharusnya Presiden Jokowi mendapat acungan jempol karena telah merespon secara cepat kejadian luar biasa (KLB) wabah gizi buruk dan campak yang melanda warga Kabupaten Asmat, Provinsi Papua itu.

“Harus diberikan jempol loh kepada Pak Jokowi, bayangkan saja saya baru dilantik, saya diperintahkan tangani itu, saya berangkat, dipanggil lagi, sore saya langsung berangkat ke Papua.” kata Mensos Idrus Marham.

Menurut dia dalam kasus ini perlu dilihat secara objektif, bahwa langkah cepat pemerintah pusat untuk merespon kasus di Kabupaten Asmat sudah sangat luar biasa, Kementerian Sosial dan Kementerian Kesehatan, serta pihak-pihak terkait langsung turun ke lokasi melihat kondisi masyarakat di Asmat dan menyalurkan bantuan.

Baca juga:  Hulman Panjaitan:Akibat Covid-19 Perekonomian Indonesia Merosot, Pemerintah Secepatnya Mengatasi Covid-19

“Saat ini KLB telah dinyatakan selesai ditangani, namun pemerintah masih terus melakukan penanganan lebih lanjut.” tutup Idrus Marham.   (red/TI)*