Sambangi Posko Ridwan Kamil-UU, TB Hasannudin Ucapkan Selamat

by -198 views

Jabar, transparansiindonesia.com – Calon Gubernur Jawa Barat nomor urut dua TB Hasannudin menyambangi posko hitung cepat dari pasangan Calon Gubernur nomor urut satu, Ridwan Kamil-UU.

Kedatangan Hasan disambut meriah oleh pendukung Ridwan Kamil karena mengetahui Hasan datang untuk mengucapkan selamat atas kemenangan berdasarkan hitung cepat sejumlah lembaga Survei.

Hasan mengklaim, dirinya sudah memegang data intelijen yang menyatakan kalau pasangan Ridwan Kamil-Uu unggul di Pilkada Jabar. Maka sebagai mantan prajurit dia harus lapang dada dan mengucapkan selamat kepada pemenang.


“Saya punya banyak data intelejen, dia (Emil) menang. Sebagai prajurit harus akui kemenangan itu,” kata Hasan sembari menyalami Emil. Keduannya pun berpelukan dan bersalaman di Hotel Papandayan, Bandung, Jawa Barat, Rabu (27/6).

Dia menyebut, untuk saat ini dirinya pun akan mendukung sepenuhnya Ridwan Kamil dan UU untuk memimpin Jawa Barat. Sebab kata dia yang terpenting saat ini adalah kedamaian dan ketenangan serta Jawa Barat yang maju.

“Kami dukung sepenuhnya, dukung supaya rakyat Jabar tenang, damai, bangun rakyat Jabar yang sejahtera dan berkeadilan, itu saja,” kata dia.

Terhadap hasil dirinya di Pilkada ini, dikatakan Hasan hanya akan menjadi evaluasi internal dari pihaknya. Dia pun tak mau membeberakan lebih lanjut soal kekalahannya dari hasil hitung cepat itu.

“Itu evaluasi internal saja, sekarang kami terima saja mau adu gimana memang hasilnya begitu, oh ya sudah hasilnya segitu, mau adu juga hasil kita mah memang segitu,” kata Hasan.

Baca juga:  Depari; Penahanan HP Wartawan Ditempat Kerjanya Merupakan Pelanggaran Kemerdekaan Pers

Lebih lanjut, Hasan pun mengaku tak masalah jika Emil ingin mengambil beberapa program unggulannya untuk dijalankan pada masa kepemimpinan di lima tahun mendatang.

Apalagi kata dia, jika itu memang program-program tersebut bisa bermanfaat untuk warga Jabar, memang mesti dilakukan.

“Engga apa-apa. Itu kan enggak dipatenkan. Silahkan kalau mau dipake Pak Emil prorgram kami,” katanya.

Lebih lanjut, dia pun mengaku tak menitipkan apapun kepada Emil jika kelak memimpin Jabar. Dia hanya menitipkan warga Jabar agar lebih sejahtera.

Bukan koalisi 2019

Kendati demikian, Hasan mengaku kedatangannya di markas Emil bukan berarti membicarakan koalisi PDIP dengan Ridwan Kamil di Pilpres 2019.

“Ah belum (koalisi 2019). Yang penting saya tunjukan respect, siapapun yang merasa kurang suara dan kalah menghormati yang menang,” katanya

Hasan hanya berpesan agar Emil dan Uu bisa memegang amanah rakyat Jabar sesuai janjinya selama lima tahun ke depan.

“Jangan diganggu, jangan dijelekan-jelekan itu tidak baik dan bukan tradisi kami,” kata dia.

Tak hanya itu, calon gubernur Jabar nomor urut empat Deddy Mizwar juga mengakui keunggulan Ridwan Kamil-Uu versi quick count.

Pasangan yang didukung Partai Demokrat dan Partai Golkar ini hanya menempati posisi ketiga.

Baca juga:  Sukses Pra-UKW MOI Angkatan II, Tingkatkan Profesionalisme Jurnalis Media Online

“Pada kesmpatan ini saya ucapkan selamat kepada pasanhgan nomor urut satu yang akan menjadi gubernur dan wakil gubernur Jabar 2018-2023. Saatnya menyatukan kembali silaturahim di Jawa Barat untuk memulai bagaimana bekerja ke depan bersama-sama,” kata pria yang karib disapa Demiz itu di Bandung, Rabu (27/6).

Mantan Wakil Gubernur Jawa Barat itu juga mengajak seluruh pendukung dan masyarakat melupakan semua ketagangan slama Pilkada berlangsung serta mengajak masyarakat menyatukan kekuatan untuk membangun Jawa Barat lebih baik lagi.

“Mudah-mudahan paslon nomor satu dapat memegang amanah dengan teguh sehingga dalam 5 tahun ke depan dapat menjalankan provinsi Jabar sebaik-baiknya,” ucapnya. 

Menanggapi dua ucapan selamat itu, Emil mengaku masih akan tetap menunggu hasil resmi dari Komisi Pemilihan Umum (KPU).

“Ini belum formal, hari ini masih yang namanya sementara. Sebelum KPU menyampaikan hasil resmi, kami tidak bisa terlalu jauh menerjemahkan dan menindak lanjuti terhadap rencana rencana selanjutnya,” ujar Emil di Bandung, Rabu (27/6).


Emil juga mengaku belum berencana melakukan komunikasi dengan lawan tandingnya di Pilgub Jabar. Emil mengatakan tak etis jika berpuas diri atas hasil penghitungan cepat.

“Kami takut melangkahi kebenaran yang belum terkupas,” kata Emil

(red/TI)*